Deretan Saham Ini Diobral Investor Asing, Terbanyak Ditorehkan Dua Saham Bank Besar Ini
JAKARTA, investortrust.id– Investor asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) sebanyak Rp 514,65 miliar, sering dengan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (24/4/2025), sebanyak 20,9 poin (0,32%) menjadi 6.613.
Net sell terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 656,08 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 79,49 miliar, PT FAP Agri Tbk (FAPA) Rp 75,08 miliar, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) Rp 65,29 miliar, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 38,72 miliar.
Baca Juga
Jaga Rupiah, BI Beli SBN Rp 80,98 Triliun dari Pasar Sekunder
Sebaliknya lima saham berikut torehkan pembelian bersih (net buy) saham, yaitu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 337,86 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 185,43 miliar, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 35,91 miliar, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Rp 26,94 miliar, dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) Rp 25,51 miliar.
Pelemahan tersebut dipicu atas penruunan sejumlah sektor saham, seperti sektor consumer primer, sektor property, dan sektor keuangan. Sebaliknya saham sektor consumer non primer, industry, material dasar, dan kesehatan berhasil torehkan penguatan.
Penurunan tersebut juga dipicu atas koreksi sejumlah saham big cap, seperti BBCA, BREN, TPIA, BBRI, dan BMRI. Penurunan juga dipicu atas kejatuhan saham property yang dikendalikan Aguan, yaitu PANI dan CBDK.
Baca Juga
Citi Indonesia Wanti-wanti Dampak Kebijakan Tarif Trump ke Ekonomi RI
Meski IHSG melemah, empat saham ini justru catatkan lompatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) naik 34,65% menjadi Rp 171, PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) naik 34,15% menjadi Rp 110, dan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) naik 24,88% menjadi Rp 1.355, dan PT PAM Mineral Tbk (NICL) naik 24,74% menjadi Rp 474.
Penguatan pesat juga melanda saham PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) sebanyak 32,69% menjadi Rp 69 dan PT Sinar Ternag Mandiri Tbk (MINE) naik 21,46% menjadi Rp 600. Sebaliknya penurunan dalam melanda saham NETV, WGSH, DGNS, BNGA, dan MEJA.
Kemarin, IHSG lagi-lagi ditutup melesat sebanyak 96,11 poin (1,47%) menjadi 6.634, namun pemodal asing malah berbalik penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 247,31 miliar.
Penguatan indeks kemarin ditopang penguatan pesat sejumlah saham big cap, seperti saham emiten Aguan-Anthoni Salam, yaitu PANI melesat 15,38% menjadi Rp 12.000 dan CBDK naik 9,77% menjadi Rp 7.025. Kenaikan juga melanda saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN dan TPIA. Penguatan indeks ini juga ditopang kenaikan saham bank besar ini, yaitu BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI.
Data BEI menyebutkan bahwa penguatan tertinggi dicatatkan saham sektor properti 2,45%, sektor consumer primer 1,70%, sektor keuangan 1,71%, sektor kesehatan 2,22%, sektor industry 1,27%, dan sektor consumer non primer 1,61%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor material dasar dan teknologi.

