Jelang Private Placement, Pengendali Kucurkan Pinjaman ke Acset (ACST) Rp 1 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Acset Indonusa Tbk (ACST) meraih pinjaman senilai Rp 1 triliun dari pengendalinya PT United Tractors Tbk (UNTR) melalui PT Karya Supra Perkasa. Dana tersebut akan digunakan untuk modal kerja.
Corsec Acset Kadek Ratih P Absari mengatakan, pinjaman dari pemegang saham pengendali ini dikenakan bunga JIBOR + 1,03% per tahun. Sedangkan penandatanganan pinjaman telah dilakukan pada 21 April 2025.
Baca Juga
Acset (ACST) akan Private Placement Jumbo, Pembeli United Tractors (UNTR)
“Perseroan menerima pinjaman dari United Tractors (UNTR) senilai Rp 1 triliun yang akan digunakan sebagai modal kerja ACST,” tulisnya dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (23/4/2025).
Pinjaman tersebut merupakan transaksi affiliasi, karena UNTR melalui Karya Supra Perkasa bertindak sebanyak 87,69% saham ACST. Namun penerimaan pinjaman tersebut tidak termasuk trasaksi benturan kepentingan.
Acset (ACST) sebelumnya mengumuman rencana penerbitan sebanyak 5 miliar saham baru tanpa melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau private placement. Sedangkan United Tractors (UNTR) sebagai pengendali akan menjadi pembeli saham baru tersebut.
Total saham yang diterbitkan setara dengan 39% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Aksi ini dilakukan setelah modal kerja perseroan negative mencapai Rp 420,13 miliar per akhir 2024.
Baca Juga
Bernilai US$ 57 Juta, ABM Investama (ABMM) Akuisisi Tambang Batu Bara dari United Tractors (UNTR)
Dana perolehan penerbitan saham baru tersebut akan dimanfaatkan ACST untuk memperkuat struktur permodalan perseroan guna mendukung kegiatan usaha serta pengembangan usaha ke depan. Dana tersebut juga akan digunakan untuk peningkatan posisi keuangan Acset (ACST), termasuk untuk keperluan modal kerja perseroan. Aksi ini akan direalisasikan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam RUPS pada 2 Mei 2025.
Manajemen ACST menyebutkan bahwa penambahan modal tersebut, struktur permodalan perseroan diharapkan membaik untuk pengembangan di masa mendatang. Dana tersebut akan dibukukan sebagai ekuitas tambahan untuk peningkatan fleksibilitas pendanaan serta memberikan perbaikan kondisi keuangan di beberapa sisi, seperti pengaruh positif pada nilai modal kerja, rasio likuiditas, dan solvabilitas yang membaik serta semakin kuatnya posisi permodalan ACST.

