Masih Rugi Rp 151,22 Miliar, Acset Indonusa (ACST) Ungkap Strategi Kejar Laba
JAKARTA, investortrust.id – Manajemen PT Acset Indonusa Tbk atau Acset (ACST) optimistis bisa mencatatkan profitabilitas, serta memperbaiki kinerja keuangan perseroan secara bertahap dari tahun ke tahun.
Direktur Utama Acset Idot Supriadi mengatakan, sejauh ini perseroan berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan sekaligus memangkas kerugian.
“Kami tidak bisa memberikan angka forward looking sampai akhir tahun, namun intinya kami saat ini terus berusaha memperbaiki kinerja keuangan tiap tahunnya,” ujar Idot dalam paparan publik secara virtual, Rabu (8/11/2023).
Dia mengeklaim, rugi bersih Acset hingga kuartal III-2023 turun 33% secara tahunan (yoy). Di sisi lain, pendapatan perusahaan naik hampir 100% (yoy). “Jadi kami dari perusahaan terus berusaha memperbaiki kinerja perusahaan dan kami optimistis bahwa tiap tahun pasti kami akan terus memperbaiki performa,” sambung Idot.
Baca Juga
IPO Sukses, Kian Santang (RGAS) Makin ‘Pede’ Jalankan Diversifikasi Produk
Acset menginformasikan, telah mengantongi kontrak baru senilai total Rp 2,4 triliun sampai September 2023 atau kuartal ketiga. Jumlah ini sekitar 107% dari target setahun penuh yang dipatok pada level Rp 2,25 triliun.
“Kontrak baru yang kami bidik tahun ini adalah Rp 2,25 triliun. Sedangkan sampai September 2023, kami telah membukukan kontrak baru sebesar Rp 2,4 triliun, yaitu 107% dari target kami di akhir tahun,” jelas Idot.
Sedangkan tahun lalu, emiten yang masuk ekosistem Grup Astra melalui kepemilikan PT United Tractors Tbk (UNTR) ini, membukukan nilai kontrak baru Rp 2,1 triliun. Sehingga perolehan kuartal III-2023 juga telah melebihi 2022.
“Mudah-mudahan sampai akhir tahun (2023) masih ada proyek yang bisa kami dapat sehingga sampai Desember kami bisa tambah lagi kontrak-kontrak yang kami dapat,” sambung Idot.
Demi mencapai target tersebut, manajemen merancang strategi dengan terus gencar mencari kontrak-kontrak baru, sesuai keahlian perusahaan, seperti pondasi, infrastruktur, dan pergedungan. Acset berupaya mengikuti tender yang ada dengan tetap mengedepankan proses know your customer (KYC).
Baca Juga
OJK Ungkap Strategi Sektor Jasa Keuangan Menjaga Kinerja Perekonomian
“Kami sangat selektif dalam memilih proyek yang pelanggannya punya kredibilitas. Sehingga harapannya kami bisa memperbaiki profitabilitas perusahaan,” imbuh dia.
Terkait kinerja keuangan, ACST tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp 1,58 triliun per September 2023, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu yaitu sebesar Rp 790 miliar.
Berdasarkan lini bisnis, perolehan pendapatan di kuartal ketiga tahun ini dikontribusikan sektor infrastruktur sebesar 42%, sektor pondasi sebesar 25%, dan sektor building sebesar 33%.
Kendati pendapatan meningkat, ACST harus menelan pil pahit karena rugi bersih yang tercatat naik signifikan menjadi Rp 226,96 miliar per September 2023, dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp 151,22 miliar. (CR-10)

