Pendapatan Melonjak 126%, Rugi Bersih Acset (ACST) Terpangkas Jadi Rp 274,94 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Emiten konstruksi milik Grup Astra, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) berhasil memangkas rugi komprehensif tahun berjalan menjadi sebesar Rp 274,94 miliar, angka tersebut mencerminkan penurunan sebesar 38% secara year on year (yoy) dibanding posisi rugi bersih tahun berjalan tahun 2022 yang tercatat Rp 444,73 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Perseroan, Senin (26/02/2024), penurunan rugi bersih tersebut berdampak juga pada penurunan rugi per saham menjadi Rp -21, dibanding periode yang sama tahun 2022 yang tercatat -35 per saham.
Perbaikan posisi bottom line terutama disebabkan oleh lonjakan pendapatan bersih menjadi sebesar Rp 2,34 triliun atau tumbuh 126,73% secara yoy dari pendapatan bersih yang dicatatkan pada periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp 1,03 triliun.
Baca Juga
Seiring kenaikan pendapatan, Perseroan mencatat kenaikan beban pokok pendapatan menjadi sebesar Rp 2,38 triliun pada tahun 2023, dari Rp 1,34 triliun pada tahun buku 2022. Alhasil Perseroan berhasil memangkas rugi kotor menjadi sebesar Rp 40,04 miliar dibanding Rp 311,94 miliar di tahun 2022.
Adapun posisi rugi sebelum pajak tercatat menurun signifikan menjadi Rp 277,63 miliar dari Rp 451,61 miliar di akhir tahun 2022.
Dari sisi neraca mencatat kenaikan total aset menjadi sebesar Rp 2,60 triliun per 31 Desember 2023 dari Rp 2,11 triliun per 31 Desember 2022. Namun jumlah liabilitas Perseroan mengalami peningkatan signifikan dari Rp 1,44 triliun per tahun 2022, menjadi Rp 2,21 triliun di tahun 2023.
Baca Juga
Masih Rugi Rp 151,22 Miliar, Acset Indonusa (ACST) Ungkap Strategi Kejar Laba
Sementara posisi ekuitas turun dalam menjadi Rp 395,05 miliar per 31 Desember 2023, dari Rp 670,99 miliar pada periode 31 Desember 2022.
Sebelumnya, manajemen ACST mengumumkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 2,41 triliun per September 2023.
Perolehan kontrak baru tersebut meningkat signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 1,11 triliun.
Manajemen ACST menyampaikan, kontrak dengan nilai signifikan didapatkan dari proyek pembangunan Tol Probolinggo & Banyuwangi, Pelebaran Tol Cipali, dan pembangunan Tol Japek Selatan.

