Saham BBTN Perkasa Saat Sektor Bank Terkoreksi, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mendadak melesat pada perdagangan pagi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (16/4/2025). Penguatan tersebut menggunguli saham emiten perbankan yang cenderung bergerak di zona merah.
Berdasarkan data BEI, saham BBTN melesat Rp 65 (7,34%) menjadi Rp 950 hingga pukul 11.30 WIB. Bahkan, penguatan saham emiten bank Himbara ini sempat menyentuh level Rp 975. Kenaikan saham BBTN terjadi sejak pembukaan hari ini.
Penguatan tersebut berbanding terbalik dengan emiten bank lainnya, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,17% menjadi Rp 8.500, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 1,08% menjadi Rp 3.660, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melemah 0,85% menjadi Rp 4.670, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) turun tipis menjadi Rp 2.470.
Baca Juga
Bangun 100.000 Unit Hunian di Indonesia, Qatar Gandeng BTN Siapkan US$ 2 Miliar
Lalu, seberapa jauh saham BBTN bisa melaju? BRI Danareksa Sekuritas dalam riset terakhirnya mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.100. Analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Rehyan Muchlis dan Victor Stefano mengatakan, target harga tersebut didasarkan valuasi perkiraan ROE tahun ini sekitar 8,7% dan PBV sekitar 0,5 kali. Target tersebut juga sudah mempertimbangkan masih ketatnya likuiditas pendanaan.
Target harga menggiurkan terhadap saham BBTN juga diberikan Mandiri Sekuritas. Saham BBTN direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.500. Sedangkan Verdhana Sekuritas dalam riset terakhirnya yang dirilis belum lama ini mempertahankan rekomendasi netral saham BBTN dengan target harga Rp 980.
Sentimen positif terhadap pegerakan harga saham BBTN juga datang dari kemitraan strategis BTN dengan perusahaan investasi asal Qatar yakni AlQilaa International Group terkait implementasi program perumahan nasional melalui pembangunan satu juta unit hunian untuk masyarakat Indonesia. Penandatanganan kemitraan strategis BTN dengan AlQilaa International Group telah dilaksanakan di Doha, Qatar, Selasa (8/4/2025).
Baca Juga
Profil Nixon LP Napitupulu, Bos BTN yang Kembali Menjabat di Periode Kedua
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mengatakan, penandatanganan perjanjian kerja sama dengan AlQilaa merupakan kelanjutan dari perjanjian kerja sama pembangunan program perumahan nasional yang telah ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Perwakilan Kerajaan Qatar sekaligus Chairman AlQilaa International Group, Sheikh Abdulaziz bin Abdulrahman Al Thani pada awal Januari 2025 lalu.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, BTN sangat serius untuk menyukseskan program perumahan nasional pemerintah, salah satunya melalui kemitraan bersama AlQilaa International. “Kami menjalin kemitraan strategis dengan Investor asal Qatar AlQilaa International Group yang dalam tahap awal akan membangun 100.000 unit hunian” jelas Nixon.
Baca Juga
BTN (BBTN) Tebar Dividen Rp 751,83 Miliar, Setara Rp 53,57 per Saham
Pengembangan tahap awal, Nixon mengatakan, akan direalisasikan pembangunan 100.000 unit hunian vertical, seperti apartemen ataupun rumah susun bersubsidi di daerah perkotaan. AlQilaa Group akan menggelontorkan dana pembangunan sekitar US$ 20.000 per unit hunian atau total sekitar US$ 2 miliar untuk 100.000 unit hunian.

