IHSG Cenderung Terkoreksi, Pantau JSMR, EXCL, ISAT, BRIS, dan BBTN
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) jika tidak mampu bertahan di atas level 7.100, maka berpotensi melemah menuju level support 7.050 pada hari ini, Rabu (7/8/2024).
Melansir riset Phintraco Sekuritas, secara teknikal, terdapat pelebaran kemiringan (slope) negatif pada indikator moving average convergence divergence (MACD) dan indikator Stochastic RSI yang mengalami perubahan potensial dari tren naik ke tren turun (death cross) yang mengindikasikan potensi pelemahan.
“Di sisi global, pasar menantikan rilis data Neraca Perdagangan Amerika yang diperkirakan membaik menjadi US$ 72,4 miliar di Juni 2024 dari US$ 75,1 miliar di Mei 2024 meskipun masih mengalami defisit,” tulis riset harian tersebut.
Perkiraan tersebut mengindikasikan adanya perbaikan dari sisi ekspor Amerika yang akhir-akhir ini mengalami pelemahan. Selain itu, pasar juga menantikan rilis data Neraca Perdagangan Jerman di bulan Juni 2024 yang diperkirakan turun menjadi €23,5 miliar dari €24,9 miliar di Mei 2024.
Baca Juga
IHSG Ditutup Rebound Usai Anjlok 3,40% Kemarin, Ternyata Ini Penopangnya
Sementara dari sisi regional, pasar menantikan rilis data Neraca Perdagangan China di bulan Juli 2024 yang diperkirakan turun tipis menjadi US$ 99 miliar dari US$ 99,05 miliar di Juni 2024,” paparnya.
Perkiraan tersebut mengindikasikan adanya pelemahan aktifitas ekonomi di China. Sementara dari sisi domestik, pasar tengah menantikan rilis data cadangan devisa Indonesia bulan Juli 2024 yang diperkirakan tidak banyak berubah dari data sebelumnya.
Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan di antaranya, PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Indosat Tbk (ISAT), PT. Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), dan PT Bank Tabungan Negara (BBTN). (CR-5)

