Saham Anjlok 7,86%, Market Cap Emiten Prajogo Pangestu Ini Terpental dari Posisi Enam
JAKARTA, investortrust.id – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) terpental dari posisi emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar ke enam di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini dipicu koreksi dalam saham ini.
Baca Juga
IHSG Terjerembah 67 Poin, Sebaliknya Saham SHID dan CGAS Cetak ARA
Berdasarkan data BEI, Senin (8/1/2024), kapitalisasi pasar saham TPIA melorot menjadi Rp 456,34 triliun, dibandingkan dengan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan nilai kapitalisasi Rp 471,04 triliun. Hal ini menjadikan AMMN sebagai emiten dengan market cap terbesar ke enam di BEI dan menjadikan TPIA di peringkat tujuh.
Penurunan saham emiten Prajogo Pangestu ini telah berlanjut dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data BEI, penurunan terdalam melanda saham TPIA mencapai Rp 450 (7,86%) menjadi Rp 5.275. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 5.225-5.800.
Baca Juga
AMIN Targetkan Market Cap Pasar Modal Indonesia Samai Malaysia
Selanjutnya saham PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) anjlok mencapai Rp 475 (6,57%) menjadikan harga saahm emiten pengembang panas bumi ini menjadi Rp 6.750. Saham ini bergerak dalam rentang 6.700-7.325.
Saham PT Barito Pacifik Tbk (BRPT) juga ditutup terkoreksi senilai Rp 30 (2,22%) menjadi Rp 1.320. Saham emiten induk usaha ini bergerak dalam rentang Rp 1.310-1.385. Sedangkan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) masih disuspensi oleh otoritas bursa.

