Saham Semen Indonesia (SMGR) Melesat Tiga Hari Terakhir, Seberapa Tinggi bisa Naik?
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencatatkan penguatan harga mengesankan lebih dari 17,59% dalam tiga hari perdagangan terakhir. Bahkan, pengautan harga sahamnya jauh melampaui kenaikan harga saham kompetitornya PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham SMGR telah menguat dari level Rp 2.160 menjadi Rp 2.530 hingga perdagangan saham pukul 11.00 WIB, Selasa (15/4/2025). Saham emiten semen dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia ini berhasil catatkan penguatan beruntun tiga hari beruntun.
Baca Juga
Lalu, bagaimana prospek sahamnya? Analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Richard Jerry dalam riset terakhirnya justru merevisi naik rekomendasi saham SMGR dari hold menjadi beli, namun target harga dipangkas dari Rp 3.900 menjadi Rp 3.400.
“Rekomendasi beli tersebut menggambarkan bahwa saham SMGR sudah tertekan cukup dalam beberapa hari terakhir. Sedangkan pemangkasan target harga mempertimbangkan revisi turun proyeksi kinerja keuangan SMGR tahun ini,” tulis riset BRI Danareksa Sekuritas.
Baca Juga
Indocement (INTP) Optimistis Penjualan Semen 2025 Bertumbuh, Sejumlah Faktor Ini Jadi Penopang
BRI Danareksa Sekuritas memangkas turun target laba bersih perseroan tahun ini dari semula Rp 1,60 triliun menjadi Rp 1,23 triliun. Sebaliknya pendapatan direvisi naik tipis dari Rp 37,28 triliun menjadi Rp 37,27 triliun. Pemangkasan turun target laba sejalan dengan proyeksi penurunan margin keuntungan.
Proyeksi Kinerja Keuangan SMGR
Tahun lalu, perseroan mencatatkan penurunan signifikan laba bersih dari Rp 2,17 triliun menajdi Rp 720 miliar. Begitu juga dengan pendapatan melemah sebanyak 6,4% dari Rp 38,65 triliun menajadi Rp 36,18 triliun. Penurunan dipengaruhi atas peningkatan beban yang berimbas terhadap penurunan margin keuntungan kotor dan bersih tahun lalu.

