Volume Produksi dan Harga Jual Naik, Potensi Cuan Saham Semen Indonesia (SMGR) bisa 73%
JAKARTA, investortrust.id – Outlook dan prospek saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) cenderung kuat ke depan, seiring dengan target peningkatan volume penjualan sebanyak 3% dan rata-rata harga jual berkisar 1% tahun 2024. Sedangkan pengembangan Ibu Kota Nusanatara (IKN) menjadi penopang utama permintaan semen tahun ini.
Hal tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham SMGR dengan target harga Rp 6.700. Dengan harga penutupan Rp 3.860, potensi penguatan saham produsen semen milik negara ini mencapai 73,6% dalam 12 bulan ke depan.
Baca Juga
Simak Tanggal Penting Dividen Semen Indonesia (SMGR) Rp 572,04 Miliar
“Manajemen menunjukkan sikap konfiden terhadap peningkatan volume dan rata-rata harga jual produk semen perseroan tahun ini. Hal ini diungkapkan dalam pertemuan dengan analis,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Christian Sitorus dan Richard Jerry dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (6/6/2024).
Manajemen SMGR menyebutkan bahwa peningkatan volume penjualan ditargetkan berasal dari penjualan domestik dengan target pertumbuhan 2,5% dan kenaikan ekspor mencapai 7%. Angka tersebut setara dengan peningkatan total volume penjualan mencapai 3,3% atau merefleksikan pangsa pasar 50%.
Estimasi Keuangan SMGR
Sedangkan faktor utama penopang permintaan semen perseroan berasal dari pembangunan IKN bekerja sama dengan sejumlah BUMN Karya selaku kontraktor kawasan tersebut.
Terkait harga jual semen, Christian dan Richard mengatakan, Semen Indonesia (SMGR) telah menaikkan harga jual semen kantong senilai Rp 1.500 per kantong pada pertengahan Mei 2024. Kenaikan juga akan kembali dilakukan berkisar Rp 2.000 per kantong akhir bulan ini.
Baca Juga
Sekuritas Ini Pertahankan Beli Saham Semen Indonesia (SMGR), Berikut Hitungannya
Kenaikan harga semen tersebut akan berimbas positif terhadap tingkat keuntungan perseroan, apalagi 70% penjualan semen perseroan disumbangkan semen kantong. Dengan kenaikan tersebut, harga jual semen perseroan meningakt 1,5% dari akhir tahun lalu.
Kenaikan volume dan harga jual diharapkan berimbas terhadap laba bersih perseroan tahun ini mencapai Rp 2,10 triliun atau hampir sama dengan raihan tahun lalu Rp 2,17 triliun. Pendapatan SMGR juga diharapkan naik tipis dari Rp 38,65 triliun menjadiR p 38,66 triliun.
Grafik SMGR

