Emiten Saham Capai 903, BEI Peringkat 6 IPO Terbanyak
JAKARTA, investortrust.id – Jumlah perusahaan tercatat saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai saat ini mencapai 903. Penambahan jumlah emiten melampaui 900 sudah terjadi sejak 8 November 2023.
Berdasarkan laporan EY Global IPO Trends 2023, BEI menduduki peringkat keenam dari segi jumlah initial public offering (IPO). BEI juga menduduki peringkat ke sembilan dari sisi total dana emisi di antara bursa-bursa global.
Dari sisi suplai, pencatatan efek baru di BEI sepanjang 2023 meliputi 79 saham, 120 emisi obligasi, 3 exchange traded fund (ETF), 2 efek beragun aset-surat partisipasi (EBA-SP), dan 182 waran terstruktur dengan total dana terkumpul saham sebesar Rp 54,14 triliun dan obligasi Rp 126,97 triliun.
Penambahan pencatatan sebanyak 79 saham baru pada 2023, merupakan pencapaian tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. “Urutan pertama India, kedua Shenzhen, disusul US, dan Shanghai,” ujar Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam Konferensi Pers Penutupan Perdagangan BEI 2023, Jumat (29/12/2023).
Baca Juga
Diluncurkan Maret 2024, BEI Siapkan Papan Pemantauan Khusus Tahap II
Dia menegaskan bahwa BEI terus berupaya untuk menjaring calon perusahaan tercatat. Sebut saja, seperti memberikan edukasi terkait IPO dalam bentuk seminar, coaching clinic, masterclass, one-on-one, baik di pusat atau di daerah melalui Kantor Perwakilan BEI.
Dalam hal peningkatan kualitas calon perusahaan tercatat, BEI telah melakukan penyesuaian Peraturan Nomor I-A pada 2021, mengenai persyaratan keuangan dan kapitalisasi pasar yang diharapkan dapat lebih mengakomodasi berbagai jenis perusahaan.
Pasar modal Indonesia juga telah menyediakan sarana e-IPO melalui www.e-ipo.co.id guna mempermudah masyarakat luas untuk berpartisipasi sebagai investor pada proses penawaran umum perdana saham.
Pencapaian positif turut tercermin dari meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Investor pasar modal yang terdiri dari investor saham, obligasi, dan reksa dana meningkat 1,85 juta investor menjadi 12,16 juta investor.
Baca Juga
Sementara itu, khusus untuk investor saham, terdapat peningkatan 811 ribu investor saham menjadi 5,25 juta investor saham. Partisipasi investor ritel pun masih memiliki porsi transaksi tertinggi tahun ini, diikuti meningkatnya partisipasi dari kalangan investor institusi.
Menurut Iman, hal itu mencerminkan keyakinan investor yang masih cukup terjaga meski dihadapkan dengan berbagai tantangan, serta situasi ekonomi global dan domestik.
Peningkatan jumlah investor merupakan hasil dari upaya yang dilakukan self regulatory organization (SRO) melalui kegiatan sosialisasi, edukasi, sekaligus literasi kepada masyarakat. Hingga 28 Desember 2023, telah berlangsung lebih dari 18.000 kegiatan sosialisasi, edukasi, sekaligus literasi pasar modal di seluruh Indonesia, dengan total peserta lebih dari 3,1 juta orang. (CR-10)
Baca Juga
BEI: Sektor Finansial Berpotensi Jadi Penggerak, IHSG Bisa Rekor Baru di 2024

