Sekuritas Ini Pede Rekomendasikan Beli Saham GOTO, Simak Penjelasan Berikut
JAKARTA, Investortrust.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diprediksi mencatatkan kenaikan total transaksi gross transaction value (GTV) pada kuartal III-2023. Begitu juga dengan EBITDA disesuaikan diproyeksikan mengalami perbaikan.
Anasis UOB Kay Hian Sekuritas Stevanus Juanda mengatakan, proyeksi kenaikan GTV perseroan tersebut dipengaruhi penurunan yang terjadi para kuartal I dan II. Pertumbuhan juga didukung sejumlah aksi perseroan guna menarik lebih banyak transaksi melalui ekosistem perseroan.
Baca Juga
Mumpung Lagi Diskon, Direksi Ini Belanja Saham GOTO di Harga Rp 67,5
Sedangkan dampak penutupan TikTok Shop, Stevanus mengatakan, positif terhadap pertumbuhan GTV GOTO sejak penutupan tersebut. Meski demikian, Shopee menjadi e-commerce yang paling diuntungkan atas penutupan tersebut setelah dilakukan upaya gencar untuk menarik pelanggan TikTokn masuk ekosistem Shopee. Meski demikian Tik Tok Shop diprediksi kembali lagi ke Indonesia.
Pertumbuhan tersebut, terang dia, juga didukung kemajuan positif program Hemat untuk layanan on demand dan e-commerce untuk lebih terjangkau bagi pelanggan hingga menambah pangsa pasar. Program ini diharapkan mulai memberikan dampak positif terhadap GTV perseroan pada kuartal III tahun ini.
“GOTO kemungkinan mencatatkan pertumbuhan GTV pada kuartal III-2023. Sedangkan EBITDA disesuaikan diperkirakan lanjutkan perbaikan dengan target rugi EBITDA disesuakan perseroan turun menjadi Rp 3,8-4,5 triliun tahun ini,” terangnya.
Baca Juga
Terkait invesatsi IFC World Bank senilai US$ 125 ke GOTO, dia mengatakan, direalisasikan dengan mekanisme penerbitan obligasi konversi yang dapat dikoversi menjadi saham Rp 135 per unit. Angka tersebut menunjukkan harga premisum sebesar 50%, dibandingkan rata-rata saham GOTO dalam sebulan terakhir.
Berbagai faktor tersebut mendorong UOB Kay Hian Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 130. Target harga tersebut juga mengindikasikan perkiraan perbaikan sejumlah bisnis perseroan dalam beberapa kuartal ke depan.
Baca Juga
Mahfud MD: Sebelum Dicalonkan, Saya Tidak Pernah Kampanye dan Pasang Spanduk
UOB Kay Hian Sekuritas memperkirakan pendapatan perseroan melesat menjadi Rp 13,85 triliun tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 11,34 triliun. Sedangkan rugi EBITDA diharapkan turun drastic menjadi Rp 4,21 triliun tahun ini, dibandingkan rugi EBITDA tahun lalu senilai Rp 24,50 triliun.
GOTO juga diperkirakan mampu menekan rugi bersih menjadi Rp 13,56 triliun tahun ini, dibandingkan rugi bersih tahun lalu sebanyak Rp 39,57 triliun. Rugi bersih diperkirakan kembali turun tahun depan dan perseoran diharapkan mulai meraup untung pada 2025.
Terkoreksi 24%
Sedangkan, berdasarkan penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (18/10/2023), saham GOTO ditutup kembali turun 1,54% menjadi Rp 64. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 62-66.
Sedangkan sepanjang Oktober 2023 berjalan, penurunan saham GOTO telah mencapai 24,70% dari level Rp 85 pada akhir September 2023 menjadi Rp 64 pada penutupan perdagangan saham sesi I hari ini.
Baca Juga
Angka penurunan tersebut jauh di atas saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dengan penurunan sebanyak hanya 5,50% dari Rp 218 menjadi Rp 206 per saham.
Sedangkan pergerakan harga saham PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli terpantau justru naik tipis dari harga penutupan akhir Spetember 2023 level Rp 452 menjadi Rp 454 pada penutupan sesi I hari ini.

