Jual 75,8 Juta Ton Batubara, Bumi (BUMI) Cetak Kenaikan Laba Jadi US$ 170,9 Juta di 2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih sebanyak 45,5% menjadi US$ 170,9 juta pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 117,4 juta. Sedangkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik tajam dari US$ 10,9 juta menjadi US$ 67,5 juta.
Manajemen Bumi Resources (BUMI) dalam pernyataan resminya di Jakarta, Jumat (28/3/2025), menyebutkan bahwa kenaikan tersebut berbanding terbalik dengan pendapatan yang justru turun dari US$ 1,67 miliar menjadi US$ 1,35 miliar. Bahkan, jika ikut mengonsolidasikan Kaltim Prima Coal (KPC), total pendapatan perseroan mencapai US$ 5,71 miliar tahun 2024, turun dari tahun 2023 senilai US$ 6,57 miliar.
Baca Juga
Bumi Resources (BUMI) Raih 2 Penghargaan Bergengsi di Asia Tenggara
Faktor utama penopang kenaikan berasal dari penurunan laba bruto yang drastic dari US$ 1,54 miliar menjadi US$ 1,19 miliar. Alahasil laba usaha naik dari US$ 56,81 juta menjadi US$ 61,06 juta.
Secara operasional, manajemen Bumi menyebutkan, perseroan menjual sebanyak 75,8 juta ton batubatara tahun 2024. Angka tersebut turun 4% dari realisasi tahun 2023 sebanyak 78,7 juta ton.
Sedangkan volume penambangan Batubara perseroan turun dari 77,8 juta ton menjadi 74,7 juta ton. Overburden removal juga turun dari 765 juta bcm menjadi 645,7 juta bcm.
Baca Juga
Laba Gudang Garam (GGRM) Tergerus 81,57% di 2024, Nilainya Terendah Sepanjang Sejarah?
Sedangkan rata-rata harga jual Batubara perseroan tahun lalu turun sebanyak 12% menjadi US$ 71,8 juta per ton, dibandingkan tahun 2023 senilai US$ 81,3 juta per ton. Stripping ratio juga berkurang sejalan dengan rencana tambang jangka panjang yang membantu menekan biaya.
Perseroan juga mengungkap bahwa Bumi Resoruces merupakan penyuplai batubara terbanyak untuk kebutuhan domesik, seperti pembangkit Listrik, semen, dan pupuk dengan harga yang telah ditentukan pemerintah.

