Adi Sarana (ASSA) Bukukan Lompatan Laba Atribusi Entitas Induk 135%, Nilainya Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) membukukan lompatan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 135% dari Rp 103,76 miliar menjadi Rp 243,74 miliar pada 2024.
ASSA dalam rilis kinerja keungan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (27/3/2025), mengungkap bahwa kenaikan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan dari Rp 4,43 triliun menjadi Rp 4,95 triliun. Kenaikan juga didukung pertumbuhan beban pokok pendapatan yang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pendapatan, Alhasil laba kotor melesat dari Rp 1,11 triliun menjadi Rp 1,50 triliun.
Baca Juga
Perdagangan Saham Hari Ini Terakhir jelang Libur Lebaran, Cek Jadual Libur BEI Ini
Perseroan juga mencatatkan kenaikan laba usaha dari Rp 326,08 miliar menjadi Rp 705,29 miliar. Laba tahun berjalan juga melesat dari Rp 19,43 miliar menjadi Rp 330,11 miliar. Dengan demikian, laba per saham ASSA naik dari Rp 28,68 menjadi Rp 66,04 per saham.
Sebelumnya, manajemen ASSA optimistis kembali catatkan pertumbuhan kinerja keuangan tahun ini, seiring dengan potensi pertumbuhan industri logistik berkisar 8-10% tahun 2025 sesuai perhitungan Asosiasi Logistik Indonesia.
Sebagai emiten yang bergerak di ekosistem mobilitas orang dan barang, ASSA mengaku akan memanfaatkan peluang pertumbuhan subsektor transportasi dan pergudangan nasional sebesar 12,53% (yoy) tahun ini.
Baca Juga
Adi Sarana Armada (ASSA) Incar Pertumbuhan Industri Logistik Sampai 10%
Proyeksi pertumbuhan subsektor tersebut dibuat oleh Supply Chain Indonesia (SCI), sebuah lembaga pendidikan, pelatihan, konsultasi, penelitian, serta pengembangan logistik dan rantai pasok.
Direktur Utama Adi Sarana Armada Prodjo Sunarjanto meyakini, adanya peluang pertumbuhan di segmen logistik sekaligus pergudangan, dapat memberi keuntungan bagi perseroan. Sebagai salah satu pemain di industri tersebut, manajemen akan menangkap peluang dimaksud, untuk mendorong pertumbuhan pendapatan tahun ini.
“Sejalan dengan terus ada dan berkembangnya kebutuhan manusia, maka angkutan barang dari satu daerah ke daerah lain masih akan terus dibutuhkan dan bertumbuh. Bisa dipastikan, industri logistik akan menjadi sektor yang akan terus diperlukan keberadaannya,” tegas Prodjo.

