Erajaya (ERAA) Cetak Lompatan Laba Atribusi 25% di 2024, Nilainya Jadi Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) membukukan lompatan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 25% menjadi Rp 1,03 triliun tahun 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 826,04 miliar.
Manajemen dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/3/2025) menyebutkan bahwa pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan penjualan bersih dari Rp 60,13 triliun menjadi Rp 65,27 triliun. Laba usaha juga melesat dari Rp 1,84 triliun menjadi Rp 2,13 triliun.
Baca Juga
Pertumbuhan tersebut menjadikan laba tahun berjalan ERAA menguat dari Rp 856,86 miliar menjadi Rp 1,11 triliun tahun 2024. Laba per saham juga meningkat dari Rp 57,34 menjadi Rp 65,42 per saham.
Sebelumnya, PT Eralink International selaku pengendali terpantau agresif memborong saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dari pasar. Aksi borong tersebut dilakukaan saat perseroan sukses menggelar suksesi kepemimpinan perusahaan ritel ponsel dan tablet ini.
Dalam keterbukaan BEI disebutkan bahwa Eralink perusahaan yang dikendalikan istri Aguan, Renecca Halim, membeli sebanyak 39,42 juta saham ERAA dari pasar pada 18-19 Maret 2025. Pembelian tersebut terjadi saat pasar saham sedang bergejolak.
Baca Juga
Saat Suksesi Berjalan Lancar, Pengendali Eralink Agresif Tambah Saham Erajaya (ERAA)
Sebanyak 12,76 juta saham ERAA dengan rentang harga Rp 354-368 dibeli pada 18 Maret dan sisanya sebanyak 26,66 juta saham dengan harga pembelian Rp 366-376 kemarin. Eralink menggelontorkan dana lebih dari Rp 14,51 untuk membeli sebanyak 0,24% saham tersebut. Aksi tersebut menjadikan total saham ERAA yang digenggam pengendali bertambah dari semula 54,93% menjadi 55,17% saham.
Aksi borong saham ini ternyata juga sudah dilakukan pengendali Eralink International pada akhir Februari 2025. Sebanyak 65,88 juta saham ERAA dibeli dengan harga rentang harga pembelian Rp 360-364 pada 28 Februari 2025. Dengan harga pembelian tersebut, Eralink menggelontorkan dana bernilai Rp 23,98 miliar.

