Volume Produksi Tumbuh, Rekomendasi Beli Saham ADMR Dipertahankan
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dinilai masih murah, seiring penurunan harga saham yang mencapai 36% sepanjang periode Januari – September 2023.
Pada sisi lain volume produksi batu bara metalurgi ADRM mencapai 3,98 juta ton periode Januari - September 2023, meningkat 55% secara year on year (yoy). Khusus kuartal III-2023, produksi baru bara metalurgi Perseroan tercatat sebesar 1,44 juta ton,
Sementara itu, dari sisi penjualan, batu bara metalurgi sebesar 3 juta ton periode Januari - September 2023, naik 38% YoY. Sedangkan harga jual rata-rata (ASP) Perseroan sepanjang Januari – September tercatat sebesar US$ 239 per ton.
Khusus kuartal III-2023, penjualan ADMR tercatat sebanyak 1,2 juta ton batu bara metalurgi dengan ASP US$ 216 per ton.
Baca Juga
Pendapatan Emiten Sandiaga Uno (MDKA) Melesat 86,90%, Bottom Line Berbalik Negatif
Mengacu pada perhitungan tadi, Tim Riset BNI Sekuritas mempertahankan rating beli saham ADMR dengan target price Rp 1.600 per saham.
“Saat ini saham ADMR diperdagangkan pada EV/EBITDA (proyeksi 2024) sebesar 9,1 kali (0,2 standar deviasi di bawah rata-rata jangka panjang),” ulas Tim Riset BNI Sekuritas dalam riset yang diterbitkan, Rabu (22/11/2023).
Sementara target price Rp1.600 per saham, mengimplikasikan EV/EBITDA (proyeksi 2024) sebesar 10 kali (0,1 standar deviasi di atas rata-rata jangka panjang).
Baca Juga
Pendapatan Adaro Minerals (ADMR) Capai US$ 720,62 Juta, Bagaimana dengan Labanya?
Untuk volume penjualan tahun 2023, BNI Sekuritas memperkirakan dapat mencapai 4 juta ton atau 25% YoY dan proyeksi ASP (average selling price) US$ 266 per ton di kuartal IV-2023, tumbuh 25% QoQ dan asumsi harga HCC (hard coking coal) tetap di US$ 284 per ton.
“Jika melihat operational performance di kuartal III-2023, kamis estimasi core net profit kuartal IV-2023bisa capai US$ 80 juta dan jika terealisasi, maka core net profit sepanjang 2023 dapat mencapai US$ 334 juta atau 115% dari estimasi kami, dan 113% dari estimasi consensus,” ulas BNI Sekuritas.
Terkait kinerja keuangan per kuartal-2023, ADMR mencatat pendapatan sebesar US$ 257 juta, naik 14% QoQ, dengan pendapatan selama Januari - September sebesar US$ 721 juta tumbuh 8% YoY. Kemudian posisi EBITDA kuartal III-2023 sebesar US$ 123 juta, naik 8% QoQ, dengan EBITDA selama Januari – September 2023 mencapai US$ 358 juta, turun 13% YoY.
Sedangkan laba bersih inti sebesar US$ 887 juta per kuartal III-2023, tumbuh 11% QoQ, dengan laba bersih inti periode Januari – September 2023 sebesar US$ 249 juta atau turun 13% YoY.
Proyeksi 2024
Untuk tahun 2024 dan 2025, BNI Sekuritas memperkirakan ADMR bisa mencatat produksi masing-masing sebanyak 5,3 juta dan 6,3 juta ton tumbuh 25% dan 20% yoy.
Sedangkan volume penjualan masing-masing sebanyak 5 juta dan 6 juta ton atau tumbuh masing-masing 25% dan 20% YoY.
Terkait harga jual BNI Sekuritas memperkirakan akan kembali normal pada rentang waktu 2024-2025 dengan asumsi HCC menuju masing-masing US$ 220 dan US$200 per ton.
Tim Research BNI Sekuritas juga mempertahankan perkiraan ASP masing-masing sebesar US$198 dan US$180 per ton pada tahun 2024 dan 2025.

