Rekomendasi Beli Saham JSMR Dipertahankan, Target Harganya Masih Jauh!
JAKARTA, investortrust.id – PT CGS International Sekuritas Indonesia mempertahankan target harga saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) di level Rp 6.350. Target tadi didorong oleh sejumlah katalis positif terhadap Perseroan hingga tahun depan.
Sentimen postif penting bagi JSMR yaitu, keputusan penurunan suku bunga The Fed dan pengumuman terkait divestasi sebagian saham PT Jasamarga Transjawa Toll (JTT) yang diharapkan terwujud dalam waktu dekat.
“Kami mempertahankan rekomendasi add, karena kami pikir JSMR akan mendapat manfaat dari penurunan suku bunga, dan karena kami memperkirakan pertumbuhan laba inti yang sehat sebesar 9% di tahun 2025,” tulis Analis CGS Sekuritas Bob Setiadi dan Rut Yesika dalam riset yang dikutip Selasa, (17/9/2024).
Baca Juga
Meskipun Beban Bunga Melonjak, Pertumbuhan Laba Jasa Marga (JSMR) Diprediksi Tetap Kuat
Berdasarkan presentasi JSMR pada kuartal II-2024, JSMR akan memiliki empat ruas tol baru yang akan beroperasi pada tahun 2024/2025 dengan total panjang 121 km, meliputi Japek II Selatan (seksi III), Jogja-Bawen (seksi 1 & 6), Jogja-Solo (seksi 1A dan 2.2B), dan Probolinggo-Banyuwangi (fase 1).
Berdasarkan standar akuntansi yang berlaku saat ini, beban bunga dicatatkan selama masa konstruksi jalan tol dan baru diakui dalam laporan laba rugi pada saat jalan tol sudah beroperasi.
Dengan mempertimbangkan pengoperasian jalan tol baru pada tahun 2024-2025 dan dampak dari divestasi sebagian anak perusahaan JTT yaitu Rp 13,5 triliun kas bersih, CGS Sekuritas memperkirakan beban bunga JSMR akan mencapai Rp 4,1 triliun pada tahun 2024 dan Rp 3,7 triliun pada tahun 2025 (FY23: Rp3,6 triliun).
“Satu-satunya jalan tol yang belum kami masukkan ke dalam perhitungan beban bunga adalah Jogja-Solo karena jalan tol masih diakui sebagai investasi pada entitas asosiasi. Akan tetapi, jika kami mengasumsikan jalan tol Jogja-Solo dikonsolidasikan, maka akan menambah sekitar Rp350 miliar pada beban bunga JSMR di tahun 2025,” catat tim riset CGS.
Dengan mempertimbangkan sejumlah faktor di atas, CGS Sekuritas mengasumsikan bahwa laba bersih inti JSMR akan tumbuh dari Rp 3,1 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp 3,4 triliun pada tahun 2025. “Kami mencatat bahwa proyeksi laba bersih tahun 2025 akan 10% lebih rendah dari konsensus Bloomberg,” katanya.
Baca Juga
Kalbe Farma (KLBF) Disebut dapat Manfaat Penguatan Rupiah, Sahamnya Direkomendasikan Beli
Pada tahap ini, CGS Sekuritas menilai hal yang mempengaruhi proyeksi untuk laba bersih tahun 2025 JSMR adalah upaya Perseroan yang meningkatkan kepemilikannya di jalan tol Jogja-Solo, menyebabkan JSMR mengkonsolidasikan jalan tol.
Kemudian, lebih tingginya kontribusi laba bersih tahun 2025 dari JTT jika dibandingkan dengan proyeksi, menyebabkan kepentingan non-pengendali yang lebih tinggi.
Asal tahu, pasca divestasi, kepemilikan JSMR di JTT akan turun menjadi 65% dan 35% dari laba bersih JTT akan diberikan kepada pemegang saham minoritas/non-pengendali.
Lebih lanjut, CGS menilai bahwa pelemahan harga saham JSMR pada pekan lalu disebabkan oleh kekhawatiran investor bahwa beban bunga akan melonjak dengan beroperasinya jalan tol baru pada 2024-2025.
CGS percaya bahwa penurunan harga saham tersebut sebagian besar telah memperhitungkan penyesuaian penurunan laba bersih tahun 2025 dan dampak kenaikan beban bunga.
Sebagai informasi, PT Jasa Marga (Persero) Tbk berhasil membukukan laba bersih pada Semester I- 2024 sebesar Rp 2,35 triliun, tumbuh 104,32% dibandingkan semester I-2023 sebesar Rp 1,14 triliun.
Sejalan dengan hal tersebut, JSMR mencatatkan lompatan laba bersih 184,1% sebesar pada semester I-2024 yaitu Rp 8,37 triliun dibandingkan Rp 6,13 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Grafik Harga Saham JSMR secara Ytd:

