BRI Danareksa Ungkap IHSG masih Lanjutkan Bearish Hari ini, Dua Saham Ini Direkomendasi Beli
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/3/2025), diproyeksikan bergerak dalam rentang 6.222-6.463. Sedangkan saham pilihan UNVR dan SCMA.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hari ini menyebutkan bahwa indeks masih dalam trend bearish untuk jangka panjang, sehingga pemodal diminta untuk tetap waspada terhadap penurunan. Pemodal juga diminta untuk waspada, apabila breakdown dari area support 6.222.
Baca Juga
MIND ID Beberkan Dampak Positif Program Hilirisasi dan Industrialisasi
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi bursa saham global, seperti penugatan Wall Street akhir pekan lalu setelah Dow Jones naik 0,076%, S&P500 nai 0,082%, dan Nasdaq melesat 0,52%. Sebaliknya bursa saham Eropa ditutup melemah.
Di tengah pola pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham UNVR dengan target harga Rp 1.450-1.500 dan SCMA dengan target harga Rp 210-230. Sebaliknya saham BBNI dan MYOR direkomendasikan jual.
IHSG akhir pekan lalu ditutup anjlok sebanyak 123,49 poin (1,94%) menjadi 6.258,18. Investor asing makin gencar membukukan penjualan bersih (net sell) saham bernilai Rp 2,35 triliun didominasi BBCA Rp 1,32 triliun, BBNI Rp 514,20 miliar, dan BMRI sebanyak Rp 512,21 miliar.
Pelemahan IHSG akhir pekan lalu dipicu atas kejatuhan saham-saham bank besar, seperti BBCA, BMRI, BBNI, BRIS, dan BBRI. Sebaliknya penguatan pesat saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, CUAN, dan BRPT, belum mampu untuk menahan indeks dari penurunan dalam hari ini.
Baca Juga
Paus Fransiskus Muncul di Depan Publik untuk Pertama Kalinya Sejak Sakit
Secara sektor, pelemahan indeks dipicu atas koreksi saham sektor teknologi 5% setelah saham DCII berbalik melemah lebih dari 8% sepanjang hari ini. Tekanan indeks juga datang dari saham sektor keuangan dengan penurunan 1,95%, sektor property 2,60%, sektor consumer non primer 2,17%, dan sektor material dasar 2,83%.
Meski IHSG anjlok, tiga saham justru ditutup menguat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Perma Plasindo tbk (BINO) melesat 34,35% menjadi Rp 176, PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) naik 25% menjadi Rp 2.750, dan PT Golden Flower Tbk (POLU) naik 24,70% menjadi Rp 5.150.

