Meski Royalti Ekspor Timah akan Naik, Target Harga Saham TINS Tetap Tinggi
JAKARTA, investortrust.id – PT Timah Tbk (TINS) mengumumkan torehkan laba bersih senilai Rp 1,1 triliun tahun 2024 saat dengar pendapat dengan DPR komisi VI, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya rugi bersih Rp 449,7 miliar. Torehan tersebut sudah sesuai dengan ekspektasi.
Analis Sucor Sekuritas Jeremy Hansen mengatakan, keberhasilan membalikkan rugi bersih hingga laba mengesankan didukung sejumlah faktor, seperti peningkatan volume produksi timah sebanyak 23% menjadi 18,9 ribu ton, peningkatan rata-rata harga jual, dan penurunan cash cost.
Baca Juga
“Dengan torehan tersebut, kami mempertahankan rekomendasi beli saham TINS dengan target harga Rp 1.740 per saham. Kami mempertahankan pandangan positif terhadap saham TINS didukung neraca keuangan sehat dan valuasi masih atraktif,” tulis riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Terkait kinerja keuangan tahun ini, dia mengatakan, rendahnya pasokan timah di pasar global berpotensi mengerek naik harga komoditas ini. Hal ini diharapkan berimbas positif terhadap kinerja keuangan.
Gangguan suplai dipengaruhi atas disrupsi produksi timah dari Myanmar dan Indonesia hingga membiuat deficit pasokan timah global mencapai 2,2 ribut ton tahun lalu. Sejauh ini, harga timah telah menguat ke level US$ 35 ribu per ton atau sesuai dengan estimasi.
Baca Juga
Saham BCA (BBCA) Mengejutkan Sentuh Level Terendah dalam 31 Bulan hinnga Net Sell Jumbo, Ada Apa?
Sedangkan terkait rencana pemerintah untuk menaikkan tarif ekspor timah, dia mengatakan, kemungkinan disesuaikan dalam rentang 3-10% berdasarkan rata-rata harga jual. Berdasarkan analisa, dengan asumsi harga timah US$ 32 ribu per ton, royalty akan naik menjadi 7,5% tahun ini, dibandingkan 2024 sekitar 3%.
Kebijakan tersebut berpotensi menekan laba bersih perseroan menjadi Rp 1,13 triliun tahun ini. Penurunan tersebut akan membuat nilai intrinstik saham TINS menjadi Rp 1.550 per saham, Dengan demikian kenaikan royalty tak berpengaruh terhadap rekomendasi saham TINS, karena potensi penguatan masih besar.
Terkait proyeksi kinerja keuangan TINS, Sucor Sekuritas memperkirakan kenaikan pendapatan menjadi Rp 11,86 triliun dan laba bersih menjadi Rp 1,37 triliun. Sedangkan hingga penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, saham TINS level Rp 905 per saham.

