Outlook Harga Timah Menguat, Begini Prediksi dan Target Saham TINS
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham PT Timah Tbk (TINS) dengan target harga Rp 1.400. Target ini mempertimbangkan outlook harga timah dunia yang tetap tinggi.
Berdasarkan data harga timah LME telah menguat 24% quartal to date (QTD) menjadi sekitar US$ 32.400 per ton akibat penurunan pasokan dari China, Myanmar, dan Indonesia.
Baca Juga
Jaksa Agung Ungkap Kerugian Negara Akibat Korupsi PT Timah Capai Rp 300 Triliun
“Kenaikan harga jual tersebut diharapkan membuat pendapatan dan laba bersih Timah melesat pada kuartal II tahun ini. Peningkatan juga didukung efisiensi perseroan,” tulis analis Danareksa Sekuritas Christian Sitorus dan Timothy Wijaya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan ini.
Estimasi Keuangan TINS
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan faktor utama penopang kenaikan harga timah global adalah, pertama dilakukannya inspeksi lingkungan secara menyeluruh pabrik timah di Yanan, China. Kedua, terlambatnya persetujuan RKAP perusahaan pertambangan, termasuk Timah di Indonesia, dan ketiga dipengaruhi ketidakpastian pertambangan di Myanmar. Hal ini membuat stok timah dunia turun bulan lalu.
Baca Juga
Timah (TINS) akan Balikkan Rugi Jadi Laba, Manajemen Ungkap Strategi Ini
Terkait tambang timah di Indonesia, dia mengatakan, pemerintah gencar mengawasi aktivitas penambangan ilegal. Salah satunya dengan menempatkan satuan pengawas dan menurunan RKAB timah menjadi hanya 46 ribu ton, dibandingkan rata-rata 2022-2023 sebanyak 110 ribu ton.
Dengan berbagai faktor tersebut, Timah diharapkan mencatatkan laba bersih tahun ini senilai Rp 866 miliar, dibandingkan rugi bersih tahun lalu Rp 450 miliar. Pendapatan eprseroan juga diharapkan melesat menjadi Rp 11,55 triliun, dibandingkan tahun lalu Rp 8,39 triliun.
Grafik Saham TINS

