Raup Rp 1,28 Triliun di 2024, Bank Jatim (BJTM) Catat Laba Terbesar di Antara BPD
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim mencatatkan laba bersih Rp 1,28 triliun di 2024. Angka tersebut berhasil menjadi laba terbesar di antara BPD seluruh Indonesia.
Torehan laba di tahun ini juga diyakini akan terus cemerlang. Hal itu sejalan dengan langkah Bank Jatim seiring dengan terlaksananya aksi korporasi Kelompok Usaha Bank (KUB) antara perseroan dengan Bank NTB Syariah. Selain itu, empat lainnya di tahun ini juga akan bersinergi, yakni Bank NTT, Bank Sultra, Bank Lampung, dan Bank Banten.
Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman, kolaborasi KUB ini akan menciptakan sinergi yang berkelanjutan tidak hanya di aspek permodalan, namun juga dari aspek keuangan dan business, serta aspek pendukung lainnya dalam rangka menciptakan value creation baru antar BPD untuk bersama membangun negeri.
”Kami yakin di tahun 2025 ini peluang bisnis Bank Jatim untuk bertumbuh cukup besar. Hal tersebut dapat dilihat dari kapasitas bisnis Bank Jatim di tahun 2025 akan ditingkatkan secara anorganik melalui sinergi KUB dengan BPD lainnya. Di mana pada tahun 2024, Bank Jatim telah bersinergi dengan Bank NTB Syariah dan di tahun 2025 akan dilanjutkan dengan 4 BPD lainnya yang sudah menandatangani share holder agreement (SHA),” ucap Busrul dalam paparan kinerja di Jakarta, Kamis (20/3/2025).
Baca Juga
Jalin KUB, Bank Jatim (BJTM) Suntik Modal Bank NTB Syariah Rp 100 Miliar
Terkait pencapaian laba di 2024, ia mengatakan digapai atas langkah strategis yang dilakukan dengan melepaskan dana mahal dan menggantinya dengan dana murah, yang berdampak pada peningkatan net interest margin (NIM) sebesar 5,86%.
Keberhasilan restrukturisasi pendanaan ini turut memperkuat fundamental keuangan BJTM, meskipun pada tahun lalu alokasi cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) cukup besar. Oleh karena itu, pada tahun ini, BPD akan melanjutkan strategi penguatan kas, termasuk penerbitan obligasi untuk menciptakan struktur pendanaan yang lebih stabil dan berjangka panjang.
“Obligasi Rp 5 triliun, 3 dan 5 tahun. Ini sedang berproses, harapannya di Agustus atau September. Karena pada saat itu banyak investasi ritel yang majority profile-nya jatuh di saat itu, jadi kita mau me-replace. Tujuannya untuk mendukung kineja, apalagi kita sudah punya lima BPD baru yang gabung dengan kita,” ujar Direktur Keuangan, Treasury & Global Services Bank Jatim Edi Masrianto.
Di sisi lain, bank juga fokus pada konsolidasi dan perbaikan kualitas kredit guna menekan biaya operasional. Dengan langkah-langkah tersebut, Bank Jatim optimistis bahwa laba perusahaan tidak akan mengalami kontraksi tahun ini. Bahkan, setelah mengikuti program KUB, BJTM memproyeksikan laba bersih pada Desember 2025 bisa mencapai Rp 3,6 triliun.
Sementara dari sisi kredit, BPD menargetkan pertumbuhan hingga Rp 129 triliun, dengan total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang diperkirakan mencapai Rp 156 triliun. Sementara itu, aset perusahaan diproyeksikan mencapai Rp 216 triliun pada akhir tahun.
“Karena sesungguhnya BPD ini cukup strategis dan besar sekali. Sebagai gambaran, aset BPD sendiri di Indonesia ada 27 sudah tembus Rp 1.000 triliun,” sebut Busrul.
Baca Juga
Pemegang Saham Dukung Percepatan Proses KUB Bank Banten dan Bank Jatim
Tonggak Sejarah
Busrul menjelaskan, tahun 2024 menjadi tonggak sejarah bagi Bank Jatim. Adapun kinerja Bank Jatim sampai akhir tahun 2024 cukup positif. Hingga Desember 2024, nilai aset BJTM secara konsolidasi sebesar Rp 118 triliun atau naik 13,7% dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan aset mayoritas tersebut berasal dari kontribusi aset produktif seperti pertumbuhan penyaluran kredit sebesar Rp 75,3 triliun atau naik 37,6% (YoY) dan pengelolaan dana pihak ketiga sebesar Rp 90 triliun atau naik 15% (YoY).
”Atas pengelolaan aset itu, Bank Jatim di tahun 2024 mampu membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 5,7 triliun atau meningkat 13,6% YoY,” paparnya.
Sementara itu, Direktur Bisnis Mikro, Ritel, dan Usaha Syariah Bank Jatim R Arief Wicaksono menambahkan, Bank Jatim di tahun 2024 mampu mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 16,98% YoY. Angka ini sukses melebihi pertumbuhan rat-rata nasional yang hanya 10,39% YoY menurut OJK. Komposisi dari kinerja apik tersebut terdiri dari portofolio kredit konsumtif sebesar Rp 34,41 triliun atau meningkat 10,26 % YoY dan portofolio kredit kredit produktif sebesar Rp 29,65 triliun atau naik 25,88%YoY.
Sementara itu, dalam menghadapi tahun 2025 dengan tantangan dan peluang potensi yang ada, manajemen Bank Jatim telah menetapkan guidance kinerja di tahun 2025.
“Untuk aset dan DPK ditargetkan mampu tumbuh 2%-3%. Kemudian kredit ditargetkan tumbuh 14%–16% melanjutkan pertumbuhan kredit tahun 2024,” sebutnya.
Manajemen, tambahnya akan terus berupaya menjaga aset produktif yang ideal dan berkualitas serta dengan pencadangan yang cukup seiring dengan pertumbuhan kredit yang eksponensial dan memastikan bahwa seluruh potensi risiko yang mungkin terjadi masih sesuai dengan risk appetite. Selain itu, Bank Jatim juga akan melanjutkan rencana strategis korporasi yang memberikan dampak bisnis secara linier maupun anorganik seperti KUB, konsolidasi BPR, dan aksi korporasi lainnya.

