Tuntaskan Pembentukan KUB, Bank Jatim (BJTM) Akselerasi Bisnis dengan 5 BPD di 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim resmi mengukuhkan posisinya sebagai "jangkar" bagi sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia. Memasuki tahun 2026, Bank Jatim mengonfirmasi telah menuntaskan seluruh tahapan pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB) terhadap lima BPD mitra.
Langkah strategis ini merupakan kelanjutan dari proses panjang yang telah difinalisasi pada tahun sebelumnya. Kelima bank yang kini berada di bawah naungan KUB Bank Jatim tersebut meliputi Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra, dan Bank NTT.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan bahwa proses panjang penguatan struktur modal dan integrasi regulasi telah difinalisasi sepenuhnya pada akhir tahun lalu. Dengan bergabungnya kelima bank tersebut, tantangan pemenuhan modal inti minimum yang disyaratkan regulator kini telah teratasi melalui skema KUB.
"Di tahun 2025, kami telah memfinalisasi seluruh tahapan dan secara resmi Bank Jatim telah menjadi induk atas lima BPD. Dengan demikian, sinergi untuk aspek permodalan telah terimplementasi secara tuntas," ujar Winardi dalam acara Pemaparan Publik Kinerja Keuangan Bank Jatim Tahun 2025 di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Baca Juga
Laba Bank Jatim (BJTM) Naik 20,65% di 2025, Tembus Rp 1,54 Triliun
Pasca penguatan permodalan, Bank Jatim kini mengalihkan fokus operasional pada peningkatan performa bisnis dan efisiensi di seluruh anggota kelompok usaha. Tahun 2026 akan menjadi momentum bagi Bank Jatim untuk mendorong anggota KUB agar lebih kompetitif di daerah masing-masing melalui dukungan infrastruktur dan manajemen dari induk.
Winardi menegaskan bahwa peran Bank Jatim ke depan bukan sekadar pemegang kendali modal, melainkan juga penggerak utama (enabler) bagi pertumbuhan kolektif.
"Untuk di tahun 2026 ini kami akan memaksimalkan sinergi di bidang bisnis dan keuangan serta aspek support lainnya sebagai enabler," tutur Winardi.
Baca Juga
Finance Minister Names Bank Jakarta and Bank Jatim as Next Recipients of Government Fund Placement
Sementara itu, Wakil Direktur Utama Bank Jatim Arief Wicaksono mengatakan bahwa Bank Jatim terus mematangkan langkah strategis dalam skema KUB. Setelah merampungkan proses KUB dengan Bank NTB Syariah pada 2024 serta empat BPD lainnya pada Desember 2025, Bank Jatim kini tengah gencar mengeksekusi berbagai potensi sinergi bisnis dan pengembangan enabler secara paralel.
Menurut Arief Wicaksono, kolaborasi yang dijalin mencakup berbagai aspek layanan perbankan yang memberikan manfaat konkret bagi setiap anggota KUB. Di antaranya adalah kerja sama dengan Bank NTT, Bank Banten, Bank Sultra, hingga Bank Lampung yang mencakup layanan jasa keuangan hingga pembiayaan proyek strategis daerah.
“Antara lain kita dengan Bank NTT. Bank NTT kita udah ada kerjasama safe keeping custody ya dengan Bank NTT, kemudian lagi berproses untuk remitansi PMI ya, PMI yang ada di NTT. Kemudian dengan Bank Banten pun kita lagi bersama-sama menggarap potensi kredit ASN melalui pola channeling maupun executing. Kemudian juga kita ada TLF, Term Loan Facility dengan Bank Banten. Kemudian kita kerjasama pengembangan untuk J-Connect Partner Pay, jadi untuk payment, payment di lingkup Pemda dan BLUD. Kemudian ada juga agregator billing payment,” jelas Arief Wicaksono.
Lebih lanjut, Arief menjelaskan bahwa sinergi dengan Bank Sultra berfokus pada remitansi dan pengembangan agen Laku Pandai. Sementara untuk Bank Lampung, saat ini tengah berjalan rencana sindikasi kredit untuk pemerintah provinsi setempat, serta penggarapan remitansi dan KUR PMI. Tidak hanya dari sisi bisnis, Bank Jatim juga serius menggarap aspek enabler guna menyelaraskan standar operasional antar bank anggota.
“Untuk enabler-nya, enabler-nya ya sekarang kita lagi berproses untuk standardisasi tata kelola, kemudian apa, recovery plan, kemudian juga terkait dengan pengembangan SDM kita kolaborasi dan juga pengembangan IT. Ini untuk enabler-nya. Jadi banyak hal yang sangat bermanfaat untuk masing-masing pihak di dalam program KUB ini,” pungkasnya.

