IHSG Ditutup Melesat 1,11% Terdorong Saham Big Cap, Adapun 6 Saham Ini Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (20/3/2025), ditutup kembali melonjak sebanyak 70,01 poin (1,11%) menjadi 6.381,67. Pergerakan sepanjang hari ini dalam rentang 6.311-6.446 dengan nilai transaksi Rp 9,89 triliun.
Penopang utama kenaikan IHSG hari ini ditopang saham big cap, yaitu dua emiten Prajogo Pangestu, seperti TPIA melesat 15,10% menjadi Rp 7.050 dan BREN melesat 5,66% menjadi Rp 5.600. Penguatan juga ditopang lompatan saham data center DCII sebanyak 19,99% menjadi Rp 166.725 dan AMMN menguat 9,17% menjadi Rp 6.250.
Secara sectoral, saham sektor teknologi catatkan kenaikan paling pesat mencapai 9,84%, disusul sektor material dasar 2,49%, sektor energi 0,85%, sektor consumer primer 0,56%, dan sektor transportasi 1,89%. Sebaliknya sektor consumer non primer, keuangan, dan kesehatan turun.
Baca Juga
Amman Mineral (AMMN) Ungkap Lompatan Laba Atribusi 152,59% hingga Produksi Lampaui Target di 2024
Di tengah lompatan IHSG, enam saham ini torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Sanurhasa Mitra Tbk (MINA) naik 35% menjadi Rp 162, PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) naik 24,86% menjadi Rp 1.080, PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) naik 24,65% menjadi Rp 2.200, dan PT Golden Flower Tbk (POLU) naik 24,77% menjadi Rp 4.130.
ARA juga melanda saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) naik 19,99% menjadi Rp 166.725 dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) sebanyak 20% menjadi Rp 9.900.
Sebaliknya sejumlah saham dengan penurunan terdalam hari ini, yaitu saham PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII), PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), PT Newport Marine Services Tbk (BOAT), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), dan PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO).
Kemarin, IHSG rebound sebanyak 88,27 poin (1,42%) menjadi 6.311,66 dengan net sell saham masih berlanjut Rp 910,34 miliar.Net sell terbanyak kembali melanda saham perbankan berikut, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 540,32 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 254,39 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 176,53 miliar.
Baca Juga
Entitas Alamtri (ADRO) Kebut Pembangunan PLTA Rp 45 T dengan Bendungan Tertinggi di Indonesia
Penguatan tersebut terdorong kenaikan pesat saham big cap, khususnya saham emiten Prajogo Pangestu. Di antaranya, BREN, TPIA, BRPT, CUAN, dan PTRO. Penguatan juga didukung kenaikan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) hingga auto reject atas (ARA). Penguatan juga terdorong kenaikan tipis saham bank besar, seperti BBCA, BBRI, dan BMRI.
Rebound indeks tersebut kian membesar setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mengizinkan emiten menggelar pembelian kembali (buyback) saham tanpa persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS). Kebikan ini yang akan diterapkan selama enam bulan tersebut telah berlaku mulai kemarin.
Di tengah penguatan kemarin, lima saham berikut torehkan lompatan harga paling kuat PT Lion Metal Works Tbk (LION) terbang 25% menjadi Rp 490, PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) naik 24,17% menjadi Rp 298, PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) menguat 20,59% menjadi Rp 615, PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) naik 18,33% menjadi Rp 71, dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) naik 17,53% menjadi Rp 114.

