IHSG Sesi I Melesat 1,20% ke 6.616 Terdorong Lompan Saham Big Cap
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (23/4/2025), ditutup melesat sebanyak 78,17 poin (1,20%) menjadi 6.616. Rentang pergerakan 6.538-6.631 dengan nilai transaksi melesat menjadi Rp 6,96 triliun.
Penguatan indeks kali ini ditopang penguatan sejumlah saham perbankan hingga emiten big cap, seperti BREN, BBCA, BMRI, BBNI, hingga emiten milik Aguan dan Salim Grup. Penguatan juga terdorong kenaikan mayoritas sektor saham.
Baca Juga
Hari Ini, Danantara Terima Dividen BUMN Rp 39 Triliun, Bakal Investasi Saham?
Berdasarkan data BEI, penguatan tertinggi dicatatkan saham sektor property 1,95%, sektor consumer non primer 1,86%, sektor keuangan 1,23%, sektor energi 1,20%, dan sektor kesehatan 1,23. Satu-satunya sektor saham yang mengalami penurunan adalah material dasar 1,59%.
Di tengah penguatan pesat IHSG, saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) melesat 27,59% menjadi Rp 148, PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) naik 21,98% menjadi Rp 1.110, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) naik 20,63% menjadi Rp 152, PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) naik 20% menjadi Rp 108, dan saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) melesat 11,06% menjadi Rp 11.550. Sebaliknya penurunan dalam melanda saham emiten emas, seperti ANTM, AMMN, MDKA, hingga PZZA.
Kemarin, IHSG BEI ditutup melesat sebanyak 92,3 poin (1,43%) menjadi 6.538,27 dengan pemodal asing akhirnya mencatatkan pembelian bersih (net buy) lebih dari Rp 122 miliar. Net buy terbanyak melanda saham BBCA, ANTM, BMRI, dan PANI.
Baca Juga
Saham Emiten Properti Ini (SMRA) Simpan Potensi Kenaikan Harga Pesat Bisa 98%
Lompatan IHSG terdorong kenaikan harga saham emiten Prajogo Pangestu hingga sejumlah saham sektor batu bara menjelang penerapan aturan royalty baru. Sedangkan sektor saham penyumbang utama lompatan datang dari saham sektor energi naik 3,37%, sektor material dasar naik 3,36%, sektor property naik 1,83%, sektor infrastruktur menguat 1,70%, dan sektor keuangan naik 1,36%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor consumer non primer, kesehatan, dan teknologi.
Bahkan, empat saham hari ini berhasil catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), seperti saham PT MDTV Media Technologies Tbk (NETV) naik 34,75% menjadi Rp 190 dan saham PT Natura City Developments Tbk (CITY) naik 34,18% menjadi Rp 106. Saham PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) naik 24,49% menjadi Rp 4.270 dan PT Indika Energy Tbk (INDY) naik 24,89% menjadi Rp 1.405.

