IHSG Sesi I Akhirnya Capai 6.503 Terdorong Saham Big Cap Berikut
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (22/4/2025), ditutup melesat hingga lampaui level 6.500. Hal ini setelah terjadi penguatan sebanyak 57,52 poin (0,89%) menjadi 6.503,49 dengan nilai transaksi Rp 4,45 triliun.
Penguatan tersebut ditopang lompatan saham sektor material dasar 3,08%, sektor energi 2,27%, sektor infrastruktur 1,43%, sektor property 0,85%, sektor keuangan 0,33%, dan sektor consumer primer 0,41%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor consumer non primer, sektor kesehatan, dan sektor teknologi.
Baca Juga
Begini Target dan Rekomendasi Terbaru Saham Aspirasi Hidup (ACES)
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham ini torehkan lompatan harga PT Natura City Developments Tbk (CITY) naik 25,32% menjadi Rp 99, PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) naik 24,49% menjadi Rp 4.270, PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) naik 20,14% menjadi Rp 173, PT Ifishdeco Tbk (IFSH) naik 17,39% menjadi Rp 810, dan PT Indika Energy Tbk (INDY) naik 16,89% menjadi Rp 1.315.
Penguatan tersebut juga didukung lompatan harga saham kapitalisasi pasar besar (big cap) berikut, seperti saham emiten Prajogo Pangestu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 6,70% menjadi Rp 5.975, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 6,02% menjadi Rp 7.050, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik 1,32% menjadi Rp 42.350. Sebaliknya sejumlah saham ini catat penurunan dalam, seperti saham LPPF, FMII, CSRA, SNLK, dan JPFA.
Kemarin, IHSG ditutup naik tipis sebanyak 7,7 poin (0,12%) menjadi 6.445 dengan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 686,73 miliar. Net sell terbanyak melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 205,41 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 181,45 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 114,19 miliar.
Baca Juga
Emas Kembali Cetak Level Baru, Siap-siap Lompatan Saham ANTM, MDKA, AMMN, hingga HRTA Berlanjut
Penguatan tersebut didukung kenaikan saham sektor teknologi 3,39%, sektor material dasar 1,64%, sektor industry 0,43%, dan sektor kesehatan 0,19%. Sisanya sektor lain dilanda pelemahan.
Sedangkan saham dengan penguatan tertinggi hingga auto reject atas (ARA) dicatatkan saham PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) naik 34,55% menjadi Rp 148 dan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) menguat 24,84% menjadi Rp 980.

