Saham Emiten Prajogo BREN dan TPIA Melesat Dorong Kenaikan IHSG Sesi I 0,90%
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (20/3/2025), ditutup melesat sebanyak 56,97 poin (0,90%) menjadi 6.368,63. Pergerakannya dalam rentang 6.311-6.446 dengan nilai transaksi Rp 5,78 triliun.
Penopang utama penguatan indeks tersebut berasal dari saham emiten Prajogo Pangestu, seperti TPIA melesat 11,84% menjadi Rp 6.850 dan BREN melesat 5,19% menjadi Rp 5.575. Kenaikan juga ditopang penguatan emiten data center DCII sebanyak 19,99% menjadi Rp 166.725.
Baca Juga
Bintraco Dharma (CARS) Cetak Kenaikan Laba, Meski Penjualan Turun
Secara sectoral, saham sektor teknologi catatkan kenaikan paling pesat mencapai 10,0%, disusul sektor material dasar 1,59%, sektor energi 1,07%, sektor consumer primer 0,69%, sektor transportasi 1,08%. Sebaliknya sektor consumer non primer, keuangan, dan kesehatan turun.
Beberapa saham juga berhasil torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham Fortune Indonesia Tbk (FORU) naik 24,86% menjadi Rp 1.080, PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) naik 24,65% menjadi Rp 2.200, dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) naik 19,99% menjadi Rp 166.725.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling signfikan sepanjang hari ini, yaitu saham PT Lion Metal Works Tbk (LION), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), dan PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO).
Baca Juga
BCA (BBCA) Cum Date Dividen Hari Ini, Pilih Realisasi Gain atau Dividen?
Kemarin, IHSG rebound sebanyak 88,27 poin (1,42%) menjadi 6.311,66 dengan net sell saham masih berlanjut Rp 910,34 miliar.Net sell terbanyak kembali melanda saham perbankan berikut, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 540,32 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 254,39 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 176,53 miliar.
Penguatan tersebut terdorong kenaikan pesat saham big cap, khususnya saham emiten Prajogo Pangestu. Di antaranya, BREN, TPIA, BRPT, CUAN, dan PTRO. Penguatan juga didukung kenaikan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) hingga auto reject atas (ARA). Penguatan juga terdorong kenaikan tipis saham bank besar, seperti BBCA, BBRI, dan BMRI.

