Net Sell Berlanjut Rp 910,34 Miliar, Asing Kembali Buang Saham Bank Ini
JAKARTA, investortrust.id– Pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 910,34 miliar, meski indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (19/3/2025), rebound 88,27 poin (1,42%) menjadi 6.311,66.
Net sell terbanyak kembali melanda saham perbankan berikut, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 540,32 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 254,39 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 176,53 miliar, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp 41,43 miliar, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 37,02 miliar.
Sebaliknya pembelian bersih (net buy) melanda saham berikut, yaitu saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) Rp 41,14 miliar, PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) Rp 40,57 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 39,76 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 27,88 miliar, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 27,05 miliar.
Baca Juga
Rupiah Merosot di Rp16.528 per Dolar AS, Tepat usai BI Tahan Suku Bunga
Penguatan indeks hari ini terdorong kenaikan pesat saham big cap, khususnya saham emiten Prajogo Pangestu. Di antaranya, BREN, TPIA, BRPT, CUAN, dan PTRO. Penguatan juga didukung kenaikan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) hingga auto reject atas (ARA). Penguatan juga terdorong kenaikan tipis saham bank besar, seperti BBCA, BBRI, dan BMRI.
Rebound indeks tersebut kian membesar setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mengizinkan emiten menggelar pembelian kembali (buyback) saham tanpa persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS). Kebikan ini yang akan diterapkan selama enam bulan tersebut telah berlaku mulai kemarin.
Secara sectoral, saham sektor teknologi menjadi penopang utama dengan kenaikan 9,59%, sektor energi 1,66%, sektor material dasar 1,18%, sektor industry 0,55%, sektor property 0,92%, dan sektor infrastruktur 0,92%. Satu-satunya sektor saham turun adalah consumer primer 0,12%.
Baca Juga
Fundamental Ekonomi Nasional Solid, Boy Thohir Borong Saham Adaro Andalan (AADI)
Di tengah penguatan tersebut, lima saham berikut torehkan lompatan harga paling kuat PT Lion Metal Works Tbk (LION) terbang 25% menjadi Rp 490, PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) naik 24,17% menjadi Rp 298, PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) menguat 20,59% menjadi Rp 615, PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) naik 18,33% menjadi Rp 71, dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) naik 17,53% menjadi Rp 114.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam melanda, yaitu PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII), PT Bisi International Tbk (BISI), PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM), dan PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM).
IHSG kemarin ditutup anjlok 248 poin (3,84%) menjadi 6.223 dengan penjualan bersih (net sell) bernilai Rp 2,48 triliun. IHSG kemarin juga sempat mengalami trading halt selama 30 menit, bahkan sempat anjlok lebih dari 7% menjadi 6.011.
Penurunan kemarin dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, tertinggi sektor teknologi anjlok 9,77%, sektor material dasar 5,99%, sektor energi 3,43%, sektor infrastruktur 3,03%, sektor property 3,33%, dan sektor consumer primer 3,06%.

