Net Sell Tak Terbendung, Asing kembali Buang Saham Rp 982,58 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 982,58 miliar. Aksi jual tersebut berimbas terhadap penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (18/11/2024), sebanyak 26,98 poin (0,38%) menjadi 7.134,28.
Net sell terbanyak melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 487,22 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 293,39 miliar, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 266,49 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 100,14 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 43,42 miliar.
Baca Juga
Pemerintah Usulkan Lagi RUU Perampasan Aset Masuk Prolegnas 2025-2029
Sebaliknya lima saham dengan torehan pembelian bersih (net buy) terbanyak hari ini, yaitu saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) senilai Rp 37,17 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 35,09 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 33,28 miliar, PT Indo Tambangraya Megah TbK (ITMG) Rp 27,47 miliar, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 25,54 miliar.
Terkait pelemahan indeks hari ini dipicu atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor energi turun 1,05%, sektor teknologi 1,46%, sektor property 1,38%, sektor keuangan 0,74%, dan sektor kesehatan 0,50%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor consumer primer dan material dasar.
Meski IHSG ditutup di zona merah, beberapa saham masih berhasil torehkan lomptan harga mengesankan. Di antaranya, saham PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) kembali melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 24,75% menjadi Rp 3.330.
Baca Juga
IHSG kembali Anjlok 26,98 Poin, Sebaliknya Saham Pendatang Baru Ini Bertahan ARA
Kenaikan juga melanda saham PT Saranacentral Bajartama Tbk (BAJA) naik 21,05% menjadi Rp 115, PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) menguat 19,44% menjadi Rp 129, dan PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK) naik 17,76% menjadi Rp 126.
Sebaliknya pelemahan paling dalam melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Pudijadi & Sons Tbk (PNSE), PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO), PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN), PT Multitrend Indo Tbk (BABY), PT Kedawung Setia Industrial Tbk (KDSI), dan PT Jaya Trishindo Tbk (HELI).

