Usai Peretasan Bybit, Kepemilikan Bitcoin Korea Utara Ungguli El Salvador dan Bhutan
JAKARTA, investortrust.id - Korea Utara melesat ke jajaran pemegang Bitcoin pemerintah teratas dunia, menyusul pencurian besar-besaran yang dilakukan kelompok peretas Lazarus. Usai menargetkan bursa kripto Bybit, para peretas tersebut telah mengubah sebagian besar Ethereum yang mereka curi menjadi Bitcoin.
Melansir TheCoinRepublic, Rabu (19/3/2025), Korea Utara telah mengonversi US$ 1,4 miliar Ethereum yang dicuri menjadi 13.562 Bitcoin. Alhasil, kepemilikan Bitcoin di negara itu melampaui El Salvador yang memiliki 6.117 Bitcoin dan Bhutan 10.635 Bitcoin.
Distribusi Bitcoin di seluruh entitas pemerintahan telah bergeser seiring kebangkitan Korea Utara. Amerika Serikat (AS) mempertahankan posisi dominannya dengan kepemilikan 198.109 Bitcoin atau sekitar US$ 16,71 miliar, disusul Inggris sekitar 61.245 Bitcoin atau setara US$ 5,17 miliar.
Baca Juga
Kelompok Hacker Lazarus Asal Korea Utara Diduga Jadi Biang Kerok Peretasan Indodax
Kepemilikan Bitcoin oleh pemerintahan Inggris didominasi dari hasil penyitaan dari berbagai kasus kriminal, berbeda dengan El Salvador yang aktif membeli Bitcoin sebagai bagian dari kebijakan ekonominya. Sementara itu, Bhutan mengandalkan operasi penambangan berbasis hidroelektrik untuk membangun cadangan Bitcoin nasionalnya.
Kelompok Lazarus yang diduga beroperasi di bawah arahan dinas intelijen Korea Utara telah lama menjadi ancaman bagi ekosistem kripto global. Peretasan Bybit menjadi salah satu operasi terbesar yang mereka lakukan, menambah daftar panjang aksi pencurian aset digital yang sebelumnya telah menargetkan berbagai platform keuangan.
Baca Juga
Perdana Menteri Bhutan Sebut Cadangan Bitcoin Menguntungkan Rakyatnya
Para pakar keamanan siber menilai bahwa meningkatnya kepemilikan Bitcoin oleh Korea Utara dapat memberikan keuntungan strategis bagi rezim tersebut. Dengan cadangan Bitcoin yang besar, negara ini bisa lebih tahan terhadap tekanan sanksi internasional dan mendapatkan akses terhadap pendanaan alternatif untuk program nuklir serta militernya.
Merespon peretasan besar-besaran beberapa waktu lalu, Bybit telah meluncurkan program hadiah bernama LazarusBounty dengan total dana US$ 140 juta. Program ini bertujuan untuk memulihkan dana yang dicuri dengan menawarkan insentif bagi individu atau entitas yang membantu melacak dan membekukan aset yang telah dicuri oleh kelompok Lazarus.
Hingga saat ini, hampir 89% dari total dana yang dicuri senilai US$ 1,4 miliar telah berhasil dipantau. Namun, hanya sekitar 3,52% yang berhasil dibekukan, sementara 7,50% masih menunggu tindakan dari bursa atau otoritas terkait.

