Begini Dampak Peretasan Bybit US$ 1,4 Miliar Terhadap Industri Staking
JAKARTA, investortrust.id - Peretasan yang menimpa platform kripto Bybit mengguncang industri aset digital, dengan nilai kerugian mencapai lebih dari US$ 1,4 miliar atau sekitar 401.000 Ethereum. Salah satu dampak utama dari peretasan ini yaitu hilangnya sekitar 16.000 Ethereum dalam bentuk potensi hadiah staking tahunan.
Dengan tingkat imbal hasil sekitar 4% per tahun, pencurian aset dalam jumlah besar ini menimbulkan kerugian jangka panjang bagi pemilik Ethereum yang terkena dampaknya.
Chief Operating Officer Everstake Bohdan Opryshko menilai peristiwa ini berpotensi semakin mendorong pengguna untuk beralih ke platform staking yang lebih terdesentralisasi dan aman.
“Ketidakamanan bursa terpusat menjadi faktor utama yang mendorong pergeseran ini. Staking mandiri atau memulai platform desentralisasi kini menjadi pilihan yang lebih menarik bagi banyak investor,” ujarnya melansir CoinDesk, Jumat (7/3/2025).
Baca Juga
SafeWallet Ungkap Penyebab Peretasan US$ 1,4 Miliar di Platform Kripto Bybit
Tren pergeseran ini sudah mulai terlihat dalam enam bulan belakangan data menunjukkan, jumlah Ethereum yang dipertaruhkan di bursa terpusat atau centralized exchange (CEX) menurun dari 8.597.984 Ethereum pada September 2024 menjadi 8.024.288 Ethereum pada akhir Februari 2025, turun sekitar 6,67%.
Penurunan ini semakin dalam usai insiden peretasan Bybit pada 20 Februari 2025. Dalam tiga hari setelah insiden, jumlah Ethereum yang dipertaruhkan di bursa terpusat turun 0,56%, sementara staking on-chain meningkat 0,31%. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna semakin memilih opsi yang lebih aman seperti dompet perangkat keras atau staking langsung di jaringan Ethereum.
Baca Juga
Jika tren ini terus berlanjut, dominasi bursa terpusat dalam ekosistem staking dapat semakin lemah. Peran CEX dalam tata kelola jaringan, distribusi hadiah, dan partisipasi ekosistem Ethereum juga bisa mengalami penurunan.
Selain berdampak pada pengguna ritel, peretasan ini juga berpotensi menghambat adopsi institusional terhadap kripto. Kejadian ini dapat meningkatkan kekhawatiran investor besar, termasuk perusahaan dan pengelola dana terkait keamanan staking di bursa CEX.
Dalam jangka panjang, penurunan kepercayaan ini bisa memperlambat peluncuran produk berbasis Ethereum seperti ETF Ethereum dan instrumen investasi lainnya. Sejumlah analis bahkan memperkirakan bahwa peretasan ini dapat menunda pencapaian harga tertinggi baru bagi Ethereum dalam waktu dekat.
Untuk mengembalikan kepercayaan pasar, bursa kripto perlu meningkatkan standar keamanan mereka. Langkah-langkah seperti audit berkala, transparansi dalam laporan keuangan, serta penyediaan asuransi bagi pengguna dapat membantu memitigasi dampak serangan siber.
Selain itu, adopsi solusi penyimpanan mendiri seperti dompet non kustodian dan staking on-chain juga menjadi pilihan yang populer. Dengan keamanan yang lebih baik, pengguna dapat menghindari risiko kehilangan aset akibat kegagalan sistem di CEX.
Sekadar informasi, platform staking dalam kripto adalah layanan yang memungkinkan pengguna untuk mempertaruhkan (staking) aset digital mereka guna memperoleh imbalan tanpa harus menjalankan node sendiri. Platform ini bertindak sebagai perantara, menyederhanakan proses staking bagi investor ritel dan institusional.

