Pemodal Tetap Waspadai Peluang Koreksi IHSG Hari Ini, Dua Saham Ini Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (19/3/2025), masih berada dalam trend bearish. Peluang pelehaman menuju level support 6.000 tetap terbuka.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang dirilis pagi ini menyebutkan bahwa pergerakan indeks diproyeksikan dalam kisaran 6.000-6.269. Secara tren indeks masih bearish untuk jangka panjang.
Baca Juga
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi laju bursa saham global, seperti Dow Jones melemah 0,62%, indeks S&P500 melemah 1,07%, dan Nasdaq terjun 1,71%. Sebaliknya bursa saham Eropa semalam ditutup melesat.
Meski peluang pelemahan indeks terbuka, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham ASII dengan target harga Rp 4.800-4.900 dan ADMR dengan target harga Rp 960-990. Sebaliknya saham PANI dan INDY direkomendasikan jual.
Kemarin, IHSG ditutup turun 248 poin (3,84%) menjadi 6.223 dengan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 2,48 triliun. Bahka, IHSG kemarin sempat mengalami trading halt selama 30 menit dan penurunan terdalam lebih dari 7%..
Penurunan kemarin dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, tertinggi sektor teknologi anjlok 9,77%, sektor material dasar 5,99%, sektor energi 3,43%, sektor infrastruktur 3,03%, sektor property 3,33%, dan sektor consumer primer 3,06%.
Baca Juga
Wall Street Ambruk Dilanda Aksi Jual, Dow Jones Anjlok Lebih dari 250 Poin
Kejatuhan juga dipicu atas penurunan saham-saham berkapitalisasi pasar besar, seperti saham emiten Prajogo Pangestu, yaitu BREN, TPIA, CUAN, BRPT, dan PTRO. Kejatuhan juga dipicu anjloknya saham DCII, AMMN, DSSA, dan emiten big cap lainnya.
Sedangkan saham dengan penguatan paling pesat, yaitu saham PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) melesat 24,73% menjadi Rp 464, PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) naik 23,34% menjadi Rp 228, dan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) naik 19,63% menjadi Rp 1.615.

