Laba BISI Tergerus 70% di 2024, Faktor Ini Disebut Jadi Biang Keroknya
JAKARTA, investortrust.id – PT Bisi International Tbk (BISI) mencatatkan penurunan signifikan laba tahun berjalan 2024 sebanyak 70% menjadi Rp 179, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 595 miliar.
Manajemen BISI dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/3/2025) mengungkap, penurunan laba sejalan dengan pelemahan penjualan sebanyak 40% dari Rp 2,29 triliun menjadi Rp 1,36 triliun. Laba bruto juga tergerus sebanyak 46% dari Rp 1,16 triliun emnjadi Rp 625 miliar.
Baca Juga
Panggil Menko Airlangga, Prabowo Bahas Perkembangan Ekonomi Nasional
Manajemen BISI mengungkap kejatuhan kinerja keuangan tahun lalu dipengaruhi sejumlah faktor. Di antaranya, penurunan penjualan segmen benih, terutama dari benihjagung hibrida, menjadi pemicu utama pelemahan pendapatan tahun 2024. Hal ini merembet terhadap laba bersih perseroan.
Sedangkan faktor utama pemicu penurunan penjualan benih jagung hibrida tersebut adalah pergeseran pola tanam akibat musim kemarau 2024 yang datang lebih cepat. Penurunan tersebut merembet terhadap penjualan segmen pestisida dan pupuk yang berujung terhadap penurunan volume, meski demikian margin naik.
Baca Juga
Spread SBN Masih Kompetitif, Menkeu Optimistis Investor Tetap Percaya Ekonomi Indonesia
Terkait tahun 2025, manajemen BISI menyebutkan, perseroan akan focus untuk terus merakit dan merilis produk-produk baru benih tanaman pangan, seperti benih jagung hibrida, benih padi hibrida, dan benih hortikultura dengan produktivitas yang lebih baik serta lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit, termasuk virus.
Selain itu, BISI akan merilis produk-produk baru agrokimia, seperti pestisida dan pupuk terus disiapkan. Melanjutkan pengembangan bisnis alat dan mesin pertanian maupun teknologi pertaniandengan memperluas jangkauan showroom di area-area sentra pertanian, termasuk penyediaan layanan after sales. Menjalankan bisnis dengan lebih efisien, terukur dan hati-hati terutama dalam mengelola cashflow dan biaya.

