Industri Tekstil Kontraksi, Kemenperian Ungkap Barang Impor Jadi Biang Keroknya!
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat tekstil menjadi satu-satunya industru yang terkontraksi pada parameter Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Juni 2024. Kinerja ini berbanding terbalik dengan 22 subsektor yang kinerjanya ekspansi.
Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Kris Sasono Ngudi Wibowo menyebutkan, terpuruknya kinerja industri tekstil akibat masuknya barang atau produk impor hingga membanjiri pasar domestik.
Masuknya barang impor yang membanjiri industri dalam negeri tersebut, menurut Kris, akibat relaksasi aturan impor sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor.
Baca Juga
Industri Tekstil Nasional Ambruk Termasuk Sritex, Asosiasi Ungkap Dua Penyebab Ini
"Industri tekstil ini terkena dampak paling berat berupa masuknya barang impor secara massif, banyak pakaian jadi yang masuk usai Permendag Nomor 8 diterbitkan," ucap Kris saat konferensi pers di Gedung Kemenperin, Jakarta Selatan, Kamis (27/6/2024).
"Hal ini membuat pesanan yang biasanya dilakukan oleh teman-teman industri pakaian jadi utamanya kepada industri tekstil dalam negeri itu sudah mulai berimbas ke pesanan industri tekstilnya, sehingga dari parameter pesanan sudah terlihat menurun, itu yang terjadi di industri tekstil," terangnya.
Kendati demikian, Kris menyebutkan, industri pakaian jadi Tanah Air masih memperlihatkan pertumbuhan kinerja yang baik. Jika aturan barang impor tersebut tidak diketatkan, maka industri ini juga akan mengalami dampak negatifnya.
Baca Juga
"Industri pakaian jadi masih relatif bagus, ya karena ini biasanya impactnya kalau pakai jadi biasanya ordernya dalam bentuk time periodenya bulan atau tiga bulan atau enam bulan," ungkapnya.
"Sehingga belum terlihat secara langsung, justru yang terlibat secara sentimen dan teknikal asesmennya ada di industri bahan baku untuk industri tekstil," lanjut Kris menjelaskan.

