IFC Masuk, Saham GOTO Malah Anjlok ke Level Terendah Baru di 2023
JAKARTA, Investortrust.id – Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ditutup anjlok ke level terendah baru sepanjang tahun ini usai International Finance Corporation (IFC) menyatakan rencana masuk menjadi pemegang saham melalui private placement.
Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/10/2023), saham GOTO ditutup melemah Rp 2 (2,35%) menjadi Rp 83. Level tersebut merupakan yang terendah sepanjang tahun ini dan terendah kedua sepanjang masa bagi GOTO.
Baca Juga
IHSG Ditutup Berbalik Anjlok, Saham INET dan MPRO Terbang hingga ARA
Pergerakan saham GOTO berbanding terbalik dengan dua saham teknologi lainnya, yaitu PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) ditutup stagnan pada level Rp 210. Begitu juga dengan saham PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), pengelola e-commerce Blibli.com, ditutup stagnan Rp 452.
Manajemen perseroan hari ini telah mengumumkan rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement dan penerbitan surat utang terstruktur oleh anak usahanya GoTo International Finance Ltd dengan target dana US$ 150 juta.
Penggalandangan dana hingga US$ 150 juta tersebut dilakukan melalui mekaniems, yaitu IFC berinvestasi senilai US$125 juta kepada Bhinneka dan senilai US$ 25 juta melalui firma investasi privat Franke & Co. Kedua, GOTO akan menerima investasi tersebut melalui private placement dan penerbitan surat utang terstruktur melalui special purpose vehicle (SPV) bernama Bhinneka Holdings Limited.
Baca Juga
Secara bersamaan, Bhinneka juga akan menerbitkan instrumen efek bersifat utang (equity-linked bond) kepada IFC dan Franke & Co senilai US$150 juta.
Melalui private placement ini GOTO menerbitkan 17,04 miliar saham seri A baru dengan harga pelaksanaan Rp 90. Sedangkan instrumen efek bersifat utang yang diterbitkan oleh Bhinneka Holdings dapat ditukarkan oleh IFC dengan saham Seri A GOTO pada harga penukaran Rp 135.

