Bukalapak (BUKA) Terbang, GoTo (GOTO) malah Anjlok Dekati Level Terendah
JAKARTA, Investortrust.id – Harga saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mengamuk hingga melesat 5,69% menjadi Rp 260. Sebaliknya saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) anjlok dalam hingga bertengger di bawah level Rp 90 per saham atau mendekati level terendah baru.
Dengan penguatan tersebut, saham BUKA memasuki level tertinggi baru terhitung sejak 10 Maret 2023 atau dalam lima bulan terakhir. Hari ini, saham BUKA ditutup menguat Rp 14 (5,69%) menjadi Rp 260.
Baca Juga
Saham Melesat 560%, Simak Target-target Darmi Bersaudara (KAYU) Berikut
Terkait target harga saham BUKA, JP Morgan dalam riset terbarunya menyebutkan bahwa EBITDA disesuaikan positif BUKA diprediksi kuartal IV-2023. Potensi tersebut membuka peluang perseroan untuk menggelar buy back saham, dengan memanfaatkan kas yang sangat besar, mencapai US$ 1,3 miliar.
JP Morgan mempertahankan rekomendasi overweight saham BUKA dengan target harga Rp 360 hingga Desember 2023, dibandingkan harga terakhir Rp 260, masih terbuka cuan besar. Katalis kenaikan saham BUKA adalah EBITDA disesuaikan positif kuartal IV-2023 yang bisa mendorong aksi buyback saham.
JP Morgan juga menunjukkan bahwa kinerja keuangan Bukalapak terus membaik, terlihat pada pendapatan yang sesuai proyeksi analis dan turunnya kerugian kuartal II-2023. Lonjakan pendapatan didorong oleh marketplace segmen khusus perseroan.
Sepanjang 2023, manajemen Bukalapak menargetkan pendapatan berkisar Rp 4,25-4,75 triliun, naik 17-31% dari realisasi 2022. Hal menarik, per akhir kuartal II-2023, perseroan memegang kas yang sangat besar, Rp 19,8 triliun atau US$ 1,3 miliar, setara 80% market cap.
JP Morgan menilai, persaingan Mitra Warung Bukalapak berkurang, setelah para kompetitor meninggalkan segmen ini. Bisnis e-commerce Bukalapak juga tak terimbas parah TikTok Shop yang tumbuh pesat di segmen live shopping commerce.
GOTO Anjlok
Sebaliknya, saham GOTO kembali terlempat dari level Rp 90 setelah harganya anjlok 4,30% menjadi Rp 89 sepanjang hari ini. Harga tersebut mmerupakan harga terendah baru saham GOTO bulan ini.
Baca Juga
Harga Beras Melambung Terdampak Larangan Ekspor India, Bantuan Dikucurkan untuk 21,3 Juta Keluarga
Berdasarkan data harga saham GOTO sempat anlok hingga menyentuh terendah baru level Rp 84 pada 28 Agustus. Namun sejak 29 Agutus, GOTO mulai bangkit dan bertengger di atas Rp 90 sampai penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Penurunan dalam tersebut berbanding terbalik dengan GoTo riset analis CGS CIMB Sekuritas Nathania Giovanna Adjie dan Ryan Winipta yang menyebutkan komitmen GoTo untuk mencapai profitabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan dengan target EBITDA disesuaikan positif pada kuartal IV-2023 berjalan konsistensi, bahkan terlihat makin kuat hingga kini. Berbagai aksi yang dilakukan konsisten untuk menuju pencapaian target tersebut.
Baca Juga
Sepanjang Agustus, Low Tuck Kwong Ternyata Borong Jutaan Saham Bayan (BYAN)
Saham GOTO juga sempat bangkit pekan lalu, seiring dengan keputusan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki untuk memisahkan aplikasi media sosial dan e-commerce. Dengan demikian Tiktok bisa merambah ke segemen e-commerce melalui platform terpisah.
Berbagai faktor tersebut mendorong CGS CIMB Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi add saham GOTO dengan target harga Rp 130. Target harga tersebut telah mempertimbangkan proyeksi EBITDA disesuaikan positif pada kuartal IV-2023 dan sentimen makroekonomi tetap positif.

