Laba TBS Energi Melesat 260% Saat Pendapatan di 2024 Turun, Kok Bisa?
JAKARTA, investorturst.id – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) membukukan lompatan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 260,37% menjadi US$ 28,47 juta pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 7,90 juta.
Rilis kinerja keuangan TOBA dalam riset yang diterbitkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (12/3/2025) mengungkap lompatan laba tersebut terjadi saat pendapatan kontrak pelanggan turum dari US$ 501,26 juta menjadi US$ 445,64 juta.
Baca Juga
Penopang utama kenaikan laba berasal dari penurunan beban pokok pendapatan TOBA dari US$ 437,43 juta menjadi US$ 364,54 juta. Alhasil laba bruto naik dari US$ 63,82 juta menjadi US$ 81,09 juta.
Lompatan laba juga didukung penurunan beban umum dan administrasi dari US$ 51,58 juta menjadi US$ 45,36 juta. Sebaliknya pendapatan operasi lain naik dari US$ 53,46 juta menjadi US$ 60,93 juta.
Sejumlah faktor tersebut menjadikan laba tahun berjalan perusahaan yang dikendalikan Luhut Binsar Pandjaitan ini melesat dari US$ 20,84 juta pada 2023 menjadi US$ 47,97 juta pada 2024. Sedangkan kas dan setara kas akhir tahun TOBA naik dari US$ 50,27 juta menjadi US$ 67,83 juta.
Sebelumnya, TBS Energi (TBS) percepat penggunaan sepeda motor listrik di Indonesia secara massal, setelah menerima pembiayaan hijau sebesar US$ 15 juta, atau setara dengan Rp 240 miliar (kurs Rp16.000 per dolar AS).
Baca Juga
TBS Energi Utama (TOBA) Kantongi Restu Buyback Rp 425,49 Miliar
Pembiayaan diperoleh setelah perseroan menjalin kemitraan strategis dengan Asian Development Bank (ADB), Bank DBS Indonesia serta Australian Climate Finance Partnership (ACFP) yang dikelola ADB. Melalui paket pembiayaan US$ 15 juta, perseroan akan menerima pembiayaan US$ 5 juta dari Asian Development Bank (ADB), lalu US$ 5 juta dari Bank DBS Indonesia, dan US$ 5 juta dari Australian Climate Finance Partnership (ACFP).
Investasi ini akan memperkuat prakarsa TOBA melalui PT Energi Kreasi Bersama (Electrum), usaha patungannya dengan PT Gojek Tokopedia Tbk (GoTo). Nantinya pendanaan sebesar US$ 15 juta tersebut akan digunakan untuk pengadaan sepeda motor listrik dan pengembangan stasiun penukaran baterai atau battery swapping station (BSS) di seluruh Indonesia.

