Saat IHSG Melemah, Sejumlah Saham Ini Perkasa ARA Ada MINA hingga DCII
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (10/3/2025), ditututup anjlok 52,36 poin (0,79%) menjadi 6.545,85. Pergerakannya dalam rentang 6.499-6.598 dengan nilai transaksi Rp 8,18 triliun.
Pelemahan tersebut dipicu atas kejatuhan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 2,97%, sektor consumer primer 2,86%, sektor senergi 1,49%, sektor consumer non primer 2,16%, dan sektor property 1,40%. Satu-satunya sektor saham yang tetap cerah teknologi menguat 4,01% setelah saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) kembali melesat nyaris 10% senilai Rp 16.975 menjadi Rp 186.925.
Baca Juga
Jadi Anak Usaha Baru, Grup OTO Bantu Akuisisi Nasabah untuk SMBC (BTPN)
Meski IHSG melemah, sejumlah saham berikut torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Sanuhasta Mtira Tbk (MINA) naik 34,39% menjadi Rp 254, saham emiten yang listing di BEI kemarin PT Sinar Terang MandiriT bk (MINE) melesat 24,44% menjadi Rp 336, dan saham PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) sebanyak 24,86% menjadi Rp 442.
Kenaikan juga melanda saham PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) naik 22,67%% menjadi Rp 4.600 dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menguat 9,99% menjadi Rp 186.925.
Sebaliknya penurunan melanda saham PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI), PT Remala Abadi Tbk (DATA), PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM), PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT), PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN).
IHSG Kemarin ditutup melemah sebanyak 37,79 poin (0,57%) hingga kembali ke level 6.598 dengan pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham sebanyak Rp 843,42 miliar, yaitu saham PT Bank MandiriT bk (BMRI) Rp 397,63 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 84,34 miliar, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 69,60 miliar.
Baca Juga
Top! Market Cap Saham DCI Indonesia (DCII) Salip Bank Mandiri (BMRI) hingga Dekati Amman (AMMN)
Koreksi kemarin dipicu atas kejatuhan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 3,24%, sektor kesehata 1,82%, sektor keuangan 0,60%, sektor property 0,82%, sektor infrastruktur 0,48%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor teknologi 5,32% setelah saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) lanjutkan penguatan sebanyak 10% menjadi Rp 169.950.
Meski IHSG bergerak di zona merah, sejumlah saham berikut torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) naik 35% menjadi Rp 189, PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) menguat 34,62% menjadi Rp 70.
Menguat hingga ARA juga melanda saham PT Sinar Terang MandiriT bk (MINE) sebanyak 25% menjadi Rp 270, dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) naik 19,85% menjadi Rp 15.850. Penguatan juga melanda saham sektor PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) naik 20% menjadi Rp 1.650.

