Trump Tunda Tarif 25%, Harga Minyak Melaju Bullish
JAKARTA, investortrust.id - Pada penutupan pekan pagi ini, Jumat (7/3/2025) harga minyak terpantau bergerak bullish didukung oleh sentimen keputusan Trump menangguhkan tarif 25% terhadap Kanada dan Meksiko, potensi hambatan ekspor minyak Iran, serta tertundanya rencana dimulainya kembali pasokan minyak Irak melalui pelabuhan Turki.
Dalam riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX), Presiden Donald Trump pada hari Kamis menangguhkan tarif 25% yang dikenakannya minggu ini pada sebagian besar barang dari Kanada dan Meksiko. Pengecualian tersebut akan berakhir pada tanggal 2 April, di mana Trump akan mengenakan tarif timbal balik global pada semua mitra dagang AS.
“Menanggapi keputusan Trump, Kanada akan menunda gelombang kedua tarif pembalasan yang direncanakan atas produk-produk AS senilai US$ 125 miliar hingga 2 April,” tulis riset ICDX, Jumat (7/3/2025).
Baca Juga
Turut mendukung harga, dalam upaya terbarunya untuk memberikan tekanan maksimum yang bertujuan mendorong ekspor minyak Iran ke nol, AS sedang mencari cara yang memungkinkan bagi negara-negara sekutu untuk menghentikan dan memeriksa tanker minyak Iran yang berlayar melalui titik-titik kritis seperti Selat Malaka di Asia dan jalur laut lainnya.
“Dukungan lainnya datang dari perundingan pada hari Kamis untuk membahas dimulainya kembali aliran minyak dari Kurdistan Irak ke pelabuhan Mediterania Turki di Ceyhan, berakhir tanpa kesepakatan untuk kedua kalinya dalam seminggu,” paparnya.
Baca Juga
Harga Minyak Melemah Dipicu Pesimisme Tercapainya Target Ekonomi China
Sementara itu, AS berencana mengenakan biaya untuk berlabuh di pelabuhan AS pada kapal apa pun yang merupakan bagian dari armada yang mencakup kapal buatan China atau berbendera China, dan akan melibatkan sekutu serta mitra AS untuk melakukan hal serupa atau menghadapi risiko pembalasan.
“Berita tersebut memicu kekhawatiran akan meningkatkan ketegangan lebih lanjut antara AS dengan China di tengah berlangsungnya perang tarif dagang,” ungkapnya.
ICDX melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 69 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 64 per barel.

