Ditopang Berbagai Sentimen Positif, Harga Minyak Terus Melaju Bullish
JAKARTA, investortrust.id - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, Senin (20/5/2024) harga minyak terpantau bergerak menguat didukung sejumlah sentimen positif di pasar. Antara lain eskalasi tensi di Timur Tengah yang dipicu oleh konflik Gaza, serta serangan terbaru Houthi di jalur Laut Merah, kecelakaan yang menimpa Presiden Iran, dan sinyal permintaan minyak yang tetap kuat di Tiongkok.
Di tengah berlangsungnya pertemuan antara penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Minggu (19/5/2024) pesawat-pesawat dan tank-tank Israel justru menggempur wilayah-wilayah di Jalur Gaza, kata warga. Berita tersebut meredupkan harapan akan potensi Israel untuk memperkecil fokus serangan di Gaza sebagaimana yang diserukan oleh AS.
Masih dari Timur Tengah, pasukan militan Houthi pada hari Sabtu (18/5/2024) meluncurkan serangan rudal yang menargetkan kapal tanker minyak berbendera Panama di lepas pantai Laut Merah Yaman. Serangan tersebut menandai serangan terbaru dalam beberapa bulan terakhir terhadap kapal-kapal di Laut Merah dan Teluk Aden yang dilakukan oleh kelompok Houthi. Hal itu sekaligus kembali memicu kekhawatiran akan keamanan di jalur pelayaran utama itu, yang sebelumnya telah memaksa perusahaan-perusahaan untuk mengubah rute perjalanan melalui Afrika Selatan yang lebih lama, serta lebih mahal.
Baca Juga
Sentimen positif lainnya datang dari berita kecelakaan helikopter pada hari Minggu (19/5/2024) yang membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian, kata seorang pejabat Iran. Media pemerintah Iran mengatakan cuaca buruk menyebabkan kecelakaan itu dan mempersulit upaya penyelamatan.
Insiden tersebut berpotensi merubah arah kebijakan nuklir Iran kedepannya. Pasalnya sejak terpilih sebagai Presiden pada tahun 2021, Raisi mengambil kebijakan yang mendukung perundingan nuklir dengan negara-negara besar.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Tiongkok meningkatkan pasokan minyak mentah pada bulan April sebesar 830.000 bph ke cadangan komersial atau strategis negara, naik dari 790.000 bph pada bulan Maret, menurut data resmi terbaru yang dirilis. Kenaikan impor minyak mentah tersebut terjadi di tengah penurunan output kilang yang turun sebesar 3,3% pada bulan April, penurunan pertama dalam 20 bulan.
Baca Juga
Menteri ESDM Ragukan Target Lifting Minyak 1 Juta BOPD Tercapai di 2030
Data tersebut mengindikasikan bahwa konsumsi minyak masih tetap kuat di tengah pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.
Melihat dari sudut pandang teknis, menurut riset ICDX, Senin (20/5/2024) harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 82 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 78 per barel.

