Samuel Sekuritas: IHSG Ditopang Sentimen Positif Global
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, Rabu (20/12/2023).
Tim Riset PT Samuel Sekuritas menyebut, ramalan penguatan pasar saham didorong sentimen positif skala regional dan global.
“Pagi ini Nikkei dan Kospi menguat 0,89% dan 0,76% secara berurutan. Kami memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini,” ulas Samuel Sekuritas dalam riset harian yang dikutip, Rabu (20/12/2023).
Baca Juga
Wall Street Perkasa dan Harga Minyak Naik, Cek Saham BMRI, BRPT, EXCL, dan INKP
Sebelumnya, bursa Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada Selasa (19/12/2023), atau Rabu dini hari WIB, di mana Dow Jones menguat 0,68%, S&P 500 naik 0,59% dan Nasdaq menguat 0,66%.
“Wall Street menguat dengan S&P 500 mendekati rekor tertingginya didorong oleh The Fed yang kini dipandang akan lebih dovish. Yield UST 10Y turun -0.05% (-0.002 bps) ke level 3.993% dan USD Index turun -0.37% ke level 102.12,” ulas Samuel Sekuritas.
Sementara itu, pasar komoditas terpantau bergerak cenderung menguat pada Selasa (19/12/2023), di mana harga minyak naik 1,34% ke level USD 73,44/bbl, batu bara -1.24% ke level USD 139,50/ton, nikel 1,33% ke level USD 16.692 dan CPO 0,27% di level MYR 3.756. Sedangkan harga emas terpantau ke level USD 2.053/toz.
Baca Juga
Transaksi Hari Ini, BRI Danareksa Sekuritas Rekomendasikan Tiga Saham
Adapun IHSG mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup di level 7.187 (0,96%) dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 194,6 miliar.
Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 258 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing sebesar Rp 63,4 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh saham BBCA (Rp 146,7 miliar), BMRI (Rp 53,7 miliar), dan BRPT (Rp 40,1 miliar).
Sedangkan net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh saham PGEO (Rp 40 miliar), BBRI (Rp 38,9 miliar), dan BBNI (Rp 37,6 miliar).
Adapun top leading movers emiten yaitu TPIA, BRPT, BREN, sementara top lagging movers emiten BUMI, WIIM, BRMS.

