Trump Tunda 90 Hari Pemberlakuan Tarif Baru, Ancam Tarif 125% untuk China
WASHINGTON, investortrust.id - Presiden Donald Trump menunda pemberlakuan tarif baru yang awalnya ditetapkan tanggal 9 April tengah malam waktu setempat. Trump menurunkan tarif baru atas impor dari sebagian besar mitra dagang AS menjadi 10% untuk 90 hari guna membuka negosiasi perdagangan dengan negara-negara tersebut.
Baca Juga
AS Siap Pungut Tarif Baru atas Impor dari 86 Negara, Eskalasi Perang Dagang Meningkat
Trump mengumumkan penangguhan tersebut beberapa jam setelah barang dari hampir 90 negara menjadi subjek tarif balasan yang diberlakukan oleh Amerika Serikat.
Presiden juga menyatakan dalam sebuah postingan di media sosial bahwa ia menaikkan tarif atas impor dari China menjadi 125% “berlaku segera” karena “kurangnya rasa hormat yang ditunjukkan China terhadap Pasar Dunia.”
China, yang merupakan mitra dagang ketiga terbesar AS, sebelumnya pada hari Rabu mengatakan akan meningkatkan tarif impor dari AS menjadi 84%.
Trump mengatakan “lebih dari 75 Negara” telah menghubungi pejabat AS untuk bernegosiasi setelah ia mengumumkan tarif baru minggu lalu.
Indeks pasar saham melonjak tajam pada hari Rabu setelah pengumuman Trump, membalikkan penurunan selama empat hari. Indeks patokan S&P 500 melonjak sebesar 7%, yang menempatkannya di jalur untuk mencatat kenaikan harian terbesar dalam lima tahun.
Ketika ditanya kemudian tentang alasan keputusannya, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa orang-orang mulai bereaksi berlebihan.
“Mereka menjadi terlalu bersemangat, Anda tahu, mereka mulai sedikit panik, sedikit takut,” kata Trump di Gedung Putih, seperti dikutip CNBC.
Menteri Keuangan Scott Bessett mengatakan kepada wartawan bahwa Trump sebenarnya sejak awal bermaksud untuk menahan tarif yang diberlakukan luas yang diumumkan Presiden minggu lalu. “Ini adalah strateginya sejak awal,” ujar Bessett di Gedung Putih. Padahal, pejabat, termasuk dirinya, telah menyangkal selama beberapa hari bahwa tarif akan ditangguhkan.
Pada tanggal 2 April, Trump mengatakan ia akan memberlakukan tarif dasar sebesar 10% atas impor dari lebih dari 180 negara.
Sebagian impor dari 90 negara akan dikenakan tarif balasan yang berlaku pada hari Rabu. Tarif tambahan tersebut berkisar antara tarif terendah 11% hingga tarif tertinggi 50%.
Baca Juga
Tarif Trump Berkisar antara 10% hingga 49%, Ini Pernyataan Lengkap Trump
Pasar keuangan telah mengalami gejolak sejak Trump mengumumkan rencana tersebut, dengan pasar saham AS mengalami penurunan empat hari berturut-turut hingga hari Selasa.
Pemimpin Minoritas Senat, Chuck Schumer, D-NY, mengkritik Trump pada hari Rabu, mengatakan bahwa presiden “merasa tertekan dari Demokrat dan seluruh Amerika mengenai betapa buruknya tarif-tarif ini.”
“Dia sedang terhuyung-huyung, mundur, dan itu adalah hal yang baik,” kata Schumer.
“Inilah pemerintahan dengan kekacauan,” tambah Schumer, “Dia terus mengubah-ubah kebijakan dari hari ke hari. Penasihat-penasihatnya saling bertengkar, saling memaki, dan Anda tidak bisa menjalankan sebuah negara dengan kekacauan seperti itu, dengan ketidakpastian seperti itu, dengan kurangnya pemahaman terhadap apa yang terjadi di dunia dan fakta-faktanya.”
Menteri Perdagangan Howard Lutnick, melalui tweet, mengatakan bahwa dirinya dan Menteri Keuangan Scott Bessett duduk bersama Trump saat ia menuliskan pengumuman di Truth Social, “salah satu posting Truth yang paling luar biasa dalam masa jabatannya.”
“Dunia siap bekerja dengan Presiden Trump untuk memperbaiki perdagangan global, dan China telah memilih jalan yang sebaliknya,” tulis Lutnick.

