Dharma Polimetal (DRMA) Catatkan Laba Atribusi 2024 Rp 579,28 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 579,28 miliar pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 611,75 miliar. Penurunan tersebut berimbas terhadap penurunan laba bersih per saham dari Rp 130 menjadi Rp 123.
Manajemen DRMA dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/3/2025), menyebutkan bahwa laba bersih tersebut sejalan dengan penurunan tipis penjualan bersih DRMA dari Rp 5,54 triliun menjadi Rp 5,50 triliun. Sebaliknya perseroan juga berhasil tekan beban pokok penjualan dari Rp 4,56 triliun menjadi Rp 4,50 triliun.
Baca Juga
Dharma Polimetal (DRMA) Terapkan Strategi Kejar Pertumbuhan Tahun 2025
Hal ini menjadikan total laba bruto perseroan meningkat dari Rp 972,65 miliar menjadi Rp 1 triliun hingga akhir 2024. DRMA berhasil membukukan laba usaha senilai Rp 768,96 miliar pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 802,41 miliar. Penurunan dipicu atas pelemahan pendapatan operasi lain-lain dari Rp 123,54 miliar menjadi Rp 75,40 miliar.
Dharma Polimetal (DRMA) sebelumnya telah menambah portofolio bisnisnya dengan mengembangkan Battery Energy Storage System (BESS), yaitu baterai penyimpan energi yang umumnya digunakan untuk menyimpan energi dari panel surya. Produk ini menambahkan portofolio bisnis Perseroan di luar sektor otomotif.
“Mengawali 2025, kami menyiapkan sejumlah strategi untuk meraih pertumbuhan penjualan. Salah satunya penambahan portofolio bisnis sebagai langkah diversifikasi bisnis. Penambahan portofolio bisnis baru ini bertujuan untuk menjaga pengembangan dan pertumbuhan bisnis perseroan agar semakin tangguh dan berkesinambungan,” kata Presiden Direktur Dharma Polimetal Irianto Santoso.
Baca Juga
Dharma Polimetal (DRMA) Rambah Bisnis Baterai Penyimpan Energi Panel Surya
Sebagai portofolio bisnis baru, BESS telah dikembangkan di pabrik baru milik anak usaha perseroan, yaitu PT Dharma Controlcable Indonesia (DCI). Dalam pengembangan bisnis baru ini, perseroan telah memasok BESS sebanyak 600 unit kepada salah satu pengembang perumahan yang digunakan untuk pemasangan panel surya pada setiap rumah yang dibangun.
Selain itu, integrasi panel surya dan BESS ini dapat dikembangkan sebagai alternatif sumber energi untuk Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL). Konsep ini telah diuji coba oleh PT DCI dengan spesifikasi energi yang dihasilkan sebesar 27.5 kilo Watt peak (kWp) dari panel surya dengan penyimpanan sebesar 50 kilo Watt per hour (kWh) dari BESS, dan mampu menyuplai daya charger sebesar 30 kilo Watt (kW).

