Meski Laba Turun di 2024, Dharma Polimetal (DRMA) malah Naikkan Dividen Jadi Segini
JAKARTA, investortrus.id – Emiten manufaktur komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2024 senilai Rp 202,3 miliar. Dividen tersebut setara dengan Rp 43 per saham dengan asumsi 4,7 miliar saham DRMA. Dividen ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Cikarang, Selasa (22/4/2025).
Manajemen mengungkapkan, dividen tahun buku 2024 tersebut setara dengan rasio dividen 35% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2024 sebesar Rp 579,3 miliar. Jumlah keuntungan yang dibagikan perseroan tahun ini, lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Padahal, laba bersih Dharma Polimetal 2024 terbilang turun dibandingkan 2023.
Tahun lalu, perusahaan membagi dividen Rp 171,29 miliar atau 28% dari laba bersih 2023 yang senilai Rp 611,75 miliar. “Pembagian dividen ini merupakan bentuk apresiasi kepada para pemegang saham DRMA,” kata Presiden Direktur Dharma Polimetal Irianto Santoso, Selasa (22/4/2025).
Baca Juga
Dharma Polimetal (DRMA) Bidik Pertumbuhan Penjualan 10% Tahun 2025, Diversifikan Ini Jadi Penopang
Manajemen memandang, perusahaan berhasil membukukan penjualan bersih yang stabil tahun lalu, yakni sebesar Rp 5,07 triliun dari Rp 5,54 triliun pada 2023. Perseroan mengeklaim, segmen kendaraan roda dua (2W) mencatatkan penjualan sebesar Rp 3,3 triliun atau naik 11,9% (yoy).
Sebagai penggerak utama pertumbuhan kinerja Dharma Polimetal, jumlah penjualan segmen tersebut berkontribusi sebesar 59% dari total penjualan perseroan.
Irianto juga mengakui, terjadi tren penurunan penjualan di industri otomotif sepanjang 2024. “Tetapi kami berhasil menunjukkan ketahanan yang baik dengan membukukan kinerja penjualan dan laba yang lebih baik dari industri,” tegasnya.
Selain segmen 2W, kinerja DRMA tahun 2024 juga didorong oleh penjualan ekspor dari PT Dharma Kyungshin Indonesia (DKI), perusahaan joint venture DRMA dengan Kyungshin Corporation.
Penjualan ekspor ke Amerika Serikat dimulai pada Mei 2024 dan hingga akhir tahun, DKI mencatat penjualan sebesar Rp 708,9 miliar, meningkat 103,6%. Dengan rekam jejak pengiriman yang konsisten, DKI optimistis dapat meningkatkan pangsa pasar global, serta membuka peluang ekspansi ekspor ke negara lain.
Baca Juga
Dharma Polimetal (DRMA) Rambah Bisnis Baterai Penyimpan Energi Panel Surya
Guna memaksimalkan peluang tersebut, DKI tengah membangun pabrik baru seluas 2,3 hektare dengan kapasitas 1,5 kali lipat dari yang sudah ada. Pabrik ini dijadwalkan selesai pada semester II-2025 dan diproyeksi meningkatkan jumlah rata-rata kontainer ekspor per bulan.
“Ke depan, DRMA akan terus berupaya mencari sumber-sumber pertumbuhan baru yang tidak terlalu terpengaruh oleh naik turunnya penjualan otomotif, baik yang masih berhubungan dengan industri otomotif maupun di luar otomotif,” ungkap Irianto lebih lanjut.
Hal itu akan direalisasikan dengan memanfaatkan kompetensi yang sudah manajemen miliki, maupun dengan menghasilkan inovasi baru. Di samping itu, perusahaan juga akan mengambil peluang untuk terus memperbaiki efisiensi melalui teknologi tepat guna dan otomasi. “Ini akan membuat DRMA semakin kompetitif dan profitable,” terangnya.

