Laba Dharma Polimetal (DRMA) Semester I-2024, Merosot 31,3%
JAKARTA, investortrust.id – Laba bersih PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) periode Semester I-2024 turun 31,3% menjadi Rp 242 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 352,3 miliar.
Emiten manufaktur komponen otomotif itu juga mencetak penurunan namun tipis, pada kinerja topline dengan total penjualan Rp 2,6 triliun dari Rp 2,7 triliun di semester I-2023.
“Nilai penjualan terkoreksi karena terjadi penurunan kegiatan bisnis pada industri otomotif nasional,” ungkap Presiden Direktur Dharma Polimetal Irianto Santoso dalam keterangan resmi, Jumat (26/7/2024).
Baca Juga
Penjualan Mobil RI Turun, Menperin Minta Hal Ini ke Produsen Otomotif
Menurut dia, potensi perbaikan penjualan otomotif pada Semester II-2024 masih terbuka lebar. Salah satu harapan pendorong pertumbuhan datang dari pasar kendaraan roda dua.
Kendaraan jenis itu, dinilai memiliki performa penjualan domestik yang lebih baik dibandingkan penjualan kendaraan roda empat.
Selain itu, penjualan sepeda motor listrik yang semakin banyak, dipercaya menjadi salah satu penggerak pertumbuhan penjualan kendaraan roda dua ke depannya. Menurut Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), kinerja penjualan kendaraan listrik jenis roda dua pada Semester I–2024 sudah melampaui penjualan 2023.
Perseroan juga melihat rencana Astra Honda Motor (AHM) untuk meluncurkan kendaraan listrik roda dua, akan mendatangkan peluang besar. Mengingat, DRMA mampu memproduksi komponen kendaraan listrik, maupun kendaraan berbahan bakar minyak (internal combustion engine/ICE).
Baca Juga
Buka GIIAS 2024, Wapres Sampaikan 4 Pesan Penting Bagi Industri Otomotif
Dalam paruh pertama tahun ini, perseroan telah mencetak peningkatan penjualan ke segmen kendaraan roda dua sebesar 2,6% (yoy). Efisiensi operasional dan kemampuan perusahaan meningkatkan pangsa pasar segmen roda dua menjadi salah satu pendorong pertumbuhan penjualan segmen tersebut. Pasalnya, segmen ini merupakan penyumbang 60% dari total penjualan DRMA.
“Pertumbuhan positif segmen kendaraan roda dua di tengah penurunan yang terjadi pada aktivitas bisnis industri otomotif merupakan bukti dari efisiennya operasional DRMA, serta menunjukkan peluang ekspansi di segmen kendaraan roda dua,” kata Irianto.
Sementara itu, PT Dharma Kyungshin Indonesia (DKI), perusahaan patungan DRMA dengan Kyungshin Corporation (Korea), telah mengamankan pengiriman ekspor pertamanya senilai US$ 2 juta ke AS pada Mei 2024.
Hasilnya, DKI mencatat peningkatan pendapatan sebesar 61,2% (yoy) sepanjang Januari-Juni 2024, yang berkontribusi pada peningkatan laba bersih grup perseroan.
“Meskipun tren penjualan otomotif sempat mengalami penurunan secara year to date, kami optimistis tahun ini setidaknya perseroan akan mampu mempertahankan pendapatan dibandingkan tahun lalu,” tutup Irianto. (CR-10)

