Rilis 20 Februari, Gonjang Ganjing Harga Pi Network hingga 5 Fakta yang Harus Diketahui Sebelum Berinvestasi di Koin Ini
JAKARTA, investortrust.id - Peluncuran Open Network (mainnet) Pi Network pada Kamis (20/2/2025) mendatang menimbulkan banyak spekulasi mengenai potensi harga listing koin ini. Ini menjadi salah satu peluncuran paling dinanti dalam sejarah aset kripto terbaru. Apalagi telah terjadi lonjakan diskusi dan minat di antara pengguna mengenai potensi koin tersebut.
Pi Network mengklaim datang dengan ambisi membawa mining ke genggaman siapa saja yang memiliki ponsel, proyek ini memecah kebuntuan yang selama ini dihadapi jaringan proof of work (PoW) tradisional yang membutuhkan hardware mahal. Melalui aplikasi seluler ringan, pengguna bisa menjalankan mining native tokennya dengan mudah. Pendekatan ini memicu gelombang antusiasme, di mana jutaan pengguna telah terjun lebih awal sebelum peluncuran resmi tiba.
Baru-baru ini, Pi Network mencapai nilai US$ 80 per koin pada Kamis (13/2/2025) lalu, sebuah lonjakan yang didorong oleh penerimaan positif setelah terdaftar di Bybit dan Binance, yang menghasilkan peningkatan harga sebesar 20% dalam satu minggu. Lanjut, dilansir dari Coingape, Selasa (18/2/2025) Pi Network telah mencapai nilai US$ 80 pada Minggu (16/2/2025) kemarin, didorong oleh keberadaannya di bursa besar seperti Bybit dan Binance. Peningkatan ini mencerminkan kenaikan 20% dalam seminggu, meskipun ada ketidakpastian pasar yang lebih luas akibat data inflasi AS yang lebih tinggi dari yang diperkirakan.
Kemudian pada Selasa (18/2/2025) hari ini, harga 1 Pi Network (PI) tercatat mengalami fluktuasi yang menarik perhatian banyak kalangan, baik dari investor kripto maupun pengguna yang sudah lama mengikuti perkembangan proyek ini. Pi Network (PI) kembali mengalami fluktuasi harga dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan data terbaru dari CoinMarketCap (CMC) harga PI anjlok 10,99% ke posisi US$ 65.95 pada Selasa pagi ini.
Meskipun terdapat tantangan makroekonomi, sentimen pasar terhadap Pi Network tetap positif karena kehadirannya di bursa-bursa tersebut meningkatkan likuiditas dan memudahkan akses bagi para pedagang. Kehadiran di Binance sangat penting karena dominasi bursa ini di pasar kripto sering kali dianggap sebagai pengesahan untuk aset digital yang baru.
Baca Juga
Banjir Koin Baru, Jumlah Total Token Kripto Nyaris Tembus 11 Juta
Sementara itu, menjelang peluncuran mainnet, berikut adalah lima fakta penting tentang Pi Network yang perlu diketahui sebelum berinvestasi, dilansir dari Beincrypto, Selasa (18/2/2025):
1. Tokenomics Pi Coin
Total pasokan Pi Coin dibatasi hingga 100 miliar token dengan alokasi sebagai berikut:
- Hadiah Penambangan (65%): Sekitar 65 miliar Pi dialokasikan untuk pengguna yang berkontribusi ke jaringan melalui penambangan seluler, referensi, dan menjalankan node.
- Pembangunan Ekosistem (10%): Sekitar 10 miliar Pi dialokasikan untuk mendukung inisiatif komunitas, pengembangan aplikasi terdesentralisasi (dApps), dan proyek lain yang meningkatkan ekosistem.
- Pool Likuiditas (5%): Sekitar 5 miliar Pi disediakan untuk menyediakan likuiditas bagi transaksi dalam ekosistem Pi.
- Tim Inti (20%): 20 miliar Pi dialokasikan kepada Tim Inti Pi sebagai kompensasi atas upaya pengembangan dan pemeliharaan jaringan. Alokasi ini tunduk pada jadwal vesting yang selaras dengan distribusi komunitas.
Saat mendekati peluncuran mainnet, Tim Inti Pi belum mengungkapkan jumlah pasti token yang akan dibuka saat itu. Hingga Desember 2024, sekitar 562 juta Pi telah dibuka dan beredar.
Banyak pengguna (Pioneers) yang memilih untuk mengunci token mereka dalam jangka waktu lama, bahkan ada yang memilih periode lock-up selama tiga tahun.
2. Pi Network Dituduh Terlibat dalam Kebocoran Data
Pada Mei 2021, laporan muncul mengenai kebocoran data besar yang melibatkan sekitar 17 gigabyte informasi pribadi dari sekitar 10.000 warga Vietnam. Data yang bocor mencakup kartu identitas, alamat rumah, nomor telepon, dan email.
Pelaku yang bertanggung jawab atas kebocoran tersebut mengklaim bahwa data tersebut berasal dari Pi Network. Namun, Pi Network membantah tuduhan ini.
Menurut proyek tersebut, proses know your customer (KYC) dilakukan oleh layanan pihak ketiga, Yoti, yang menyatakan bahwa mereka tidak menyimpan kartu identitas warga Vietnam di server mereka.
“Pi Network atau penyedia KYC pihak ketiga kami tidak ada hubungannya dengan dugaan kebocoran data ID nasional Vietnam. Pi Network tidak pernah meminta atau mengumpulkan data tersebut, dan penyedia KYC pihak ketiga kami tidak menerima jenis dokumentasi ID ini,” kata Pi Network pada tahun 2021.
Investigasi internal kemudian menemukan bahwa tidak ada bukti pelanggaran data yang berasal dari Pi Network atau Yoti.
Baca Juga
Presiden Argentina Hadapi Panggilan Pemakzulan Atas Jatuhnya Nilai Kripto
3. Pi Network Terlibat dalam Skema Piramida Terbesar di China
Pi Network menghadapi pengawasan ketat di China, dengan tuduhan bahwa sistemnya menyerupai skema pemasaran berjenjang (MLM) atau skema piramida. Platform ini menggunakan sistem referensi yang memungkinkan pengguna meningkatkan tingkat penambangan mereka dengan mengundang orang lain.
Pada Juli 2023, Biro Keamanan Publik Kota Hengyang, Provinsi Hunan, menyatakan bahwa Pi Coin adalah penipuan. Pihak berwenang menyoroti bahwa Pi Network mengandalkan mekanisme undangan hierarkis yang menciptakan lapisan peserta di mana perekrut mendapatkan keuntungan dari membawa anggota baru.
“Pi Network tidak ada hubungannya dengan proyek nyata dan akan segera runtuh. Waspadalah karena ada pihak yang mencoba memanfaatkan merek Pi Network 2025,” tulis analis MASTR di X (sebelumnya Twitter).
Model bisnis ini sesuai dengan karakteristik skema piramida, yang ilegal di China. Beberapa tokoh industri seperti Colin Wu dan AB Kuai.Dong telah memperingatkan tentang risiko hukum yang terkait dengan Pi Network di China.
Sebagai respons, Pi Network telah menerapkan pembatasan perdagangan Pi Coin di beberapa wilayah, termasuk China daratan. Beberapa bursa seperti OKX mengonfirmasi bahwa Pi Network meminta metode listing yang terisolasi.
4. Pi Network Termasuk dalam 5 Proyek Kripto Paling Populer
Meskipun belum meluncurkan mainnet dan mengalami banyak penundaan, Pi Network saat ini menjadi proyek kripto ke-5 yang paling banyak diikuti di X (sebelumnya Twitter). Proyek ini memiliki 3,7 juta pengikut, lebih banyak dibandingkan Ethereum, Solana, dan jaringan blockchain populer lainnya.
Pi Network juga termasuk di antara aplikasi kripto paling populer di Korea Selatan dan India. Aplikasi selulernya telah diunduh lebih dari 100 juta kali di Google Play Store.
5. Harga Peluncuran Pi Coin
Harga Pi Network dalam perdagangan over the counter (OTC) saat ini sekitar US$ 2 per token. Ini merupakan harga yang digunakan dalam transaksi peer to peer tanpa adanya listing di bursa resmi.
Namun, harga IOU (I owe you) Pi Coin di bursa seperti HTX (sebelumnya Huobi) saat ini sekitar US$ 64. Harga IOU merupakan spekulasi di mana pedagang memperkirakan nilai masa depan sebelum Pi benar-benar bisa diperdagangkan.
Yang paling penting, Pi Network memiliki lebih dari 45 juta pengguna aktif, menjadikannya salah satu komunitas kripto terbesar. Aktivitas di media sosial dan tren pencarian menunjukkan minat ritel yang kuat.
Pi Network tetap menjadi proyek kripto yang kontroversial, dengan berbagai tantangan regulasi dan spekulasi harga yang tinggi. Bagi investor, memahami risiko dan potensi dari proyek ini sangat penting sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

