Analis Sebut Faktor Ini Pemicu Lompatan IHSG Sesi I hingga 2,12%, Bakal Berlajut?
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I berhasil ditutup melesat sebanyak 140,67 poin (2,12%) menjadi 6.779. Penguatan indeks jauh melampaui laju indeks bursa saham global.
Pengamat Pasar Modal Panin Sekuritas Reydi mengatakan, lompatan IHSG sesi I hari ini dipengaruhi respons positif investor terhadap penundaan pembalasan tarif dagang Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump oleh beberapa negara terhadap produk-produk AS.
"Penguatan indeks juga didukung penurunan yield obligasi 10 Tahun di AS ke level 4,47% dan penguatan Rupiah ke level 16.225 pada sesi I ini sesuai data kurs spesial rate yang dirilis oleh Panin Bank," kata Reydi kepada investortrust.id Senin (17/2/2025).
Baca Juga
Grup Salim Ikut Kembangkan SPAM Kertasari Bandung Senilai Rp 1,047 Triliun
Katalis penguatan IHSG juga datang rilis data ekonomi neraca dagang Indonesia yang lanjut surplus pada Januari 2025. Hal ini semakin direspon positif oleh emiten-emiten blue chip dengan kenaikan harga yang signifikan, seperti tercatat BBCA naik 2,23%, BBRI 3,63%, dan BMRI 5,37%.
"Pergerakan harga saham pagi ini juga diikuti oleh emiten-emiten lapis dua yang juga mengalami kenaikan harga, respons positif ini nampaknya akan terus berlanjut hingga pengumuman suku bunga BI pada 19 Februari 2025, yang diprediksikan akan mengalami pemangkasan sebesar 25 basis poin," tutur dia.
Sependapat dengan Reydi, Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi berpandangan negosiasi tarif dagang AS mendorong penguatan IHSG hari ini. Menurut dia, penundaan tersebut menjadi sinyal spekulasi pasar untuk terhindar darinya dampak yang berkelanjutan, terlebih terhadap inflasi global.
Baca Juga
"Kenaikan indeks sesi I juga didorong pelemahan indeks USD akibat pelemahan data ekonomi, sehingga terbuka peluang Fed untuk memangkas suku bunga acuan. Kami meyakini hal ini dapat menyebabkan terjadinya shifting ke dalam aset high risk untuk mendapatkan alternatif return yang lebih tinggi," ucap saat dihubungi invetsortrust.id Senin, (17/2/2025).
Bisa Jangka Panjang
Oktavianus Audi melihat penguatan IHSG kali ini berpotensi berlanjut dalam jangka menengah, hal ini menimbang masih sangat dinamisnya sentimen eksternal, terlebih tensi perang tarif dagang yang tengah digaungkan oleh AS dengan tagline America First di tahun ini.
"Secara teknikal, kami meyakini IHSG masih memiliki peluang melanjutkan rebound ke level 7.000 yang menjadi psikologis level dengan indikator RSI yang menunjukkan berhasil keluar dari zona oversold dan MACD berpotensi terjadi goldencross," jelas Audi.

