Net Sell Rp 469,46 Miliar, Asing Lepas Sejumlah Saham Berikut
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 469,46 miliar, seiring dengan anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (11/2/2025), sebanyak 116 poin (1,75%) menjadi 6.531.
Net sell terbanyak melanda saham PT Bank MandiriT bk (BMRI) RP 237,33 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 119,37 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 119,19 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 95,78 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 58,50 miliar.
Sebaliknya pembelian bersih (net buy) melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 212,91 miliar, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 49,22 miliar, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp 40,67 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 32,73 miliar, dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Rp 28,45 miliar.
Baca Juga
Berdasarkan data level penutupan indeks ini tercatat yang paling rendah terhitung sejak Level penutupan terendah IHSG sejak 2 Desember 2021 dan dalam 38 bulan atau lebih dari tiga tahun. Level penutupan indeks terakhir terjadi pada 1 Desember 2021 level 6.507.
Sedangkan sektor saham penekan utama indeks, yaitu saham sektor infrastruktur 3,94% dan sektor energi 3,18%. Pelemahan selanjutnya disumbangkan saham sektor transportasi 2,96%, sektor property 1,95%, sektor keuangan 1%, dan sektor Kesehatan 1,41%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor teknologi 0,53%.
Meski IHSG anjlok parah, sejumlah saham berikut justru berhasil pertahankan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Sekar Laut Tbk (SKLT) melesat sebanyak 34,12% menjadi Rp 228, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) naik 24,86% menjadi Rp 442, dan PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) melesat 24,84% menjadi Rp 402.
Penguatan juga melanda saham PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) sebanyak 24% menjadi Rp 4.650, PT Tripar Mutivison Plus Tbk (RAAM) menguat 24,79% menjadi Rp 292, PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) melesat 24,71% menjadi Rp 1.085, dan PT Golden Flower Tbk (POLU) menguat 24,68% menjadi Rp 2.450.
Baca Juga
Saat IHSG Anjlok Parah 1,75% Hari Ini, 7 Saham Ini justru Cetak ARA
Sebaliknya lima saham dengan torehan terdalam, yaitu saham PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), dan PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX).
IHSG kemarin ditutup anjlok 94,44 (1,40%) turun menjadi 6.648,14, bahkan sempat sentuh level terendah dalam 1,5 tahun terakhir di bawah level 6.600. Pemodal asing masih catatakan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 921,06 miliar didominasi saham PT Bank MandiriT bk (BMRI) Rp 189,61 miliar dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 150,99 miliar.
Penurunan tersebut dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor energi 2,43%, sektor industry 1,27%, sektor keuangan 1,29%, sektor property 1,22%, dan sektor consumer 0,75%. Sebaliknya satu-satunya sektor dengan penguatan adalah sektor material dasar 0,15% dan kesehatan 0,2%.
Baca Juga
Inilah Pidato Lengkap Ketua Dewan Komisioner OJK dan Arah Kebijakan ke Depan
Meski indeks melemah, empat saham catatkan penguatan pesat hingga auto reject atas (ARA), PT Lion Metal Works Tbk (LION) naik 25% menjadi Rp 595, PT Silo Maritime Perdana Tbk (SHIP) naik 25% menjadi Rp 975, PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) naik 25% menjadi Rp 550, dan PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) menguat 24,70% menjadi Rp 1.565.
Penguatan juga melanda saham berikut PT Tanah Laut Tbk (INDX) sebanyak 30,95% menjadi Rp 110, PT Petrosea Tbk (PTRO) menguat 21,18% menjadi Rp 3.490, dan PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) naik 16,10% menjadi Rp 685.

