10 Saham Ini Terbang Sepekan, Ada PYFA hingga Saham Emiten Prajogo Pangestu (CUAN)
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil melesat 0,72% menjadi 7.059,90 sepanjang pekan ini. Sedangkan satu dari 10 saham dengan penguatan tertinggi disumbangkan saham emiten Prajogo Pangestu.
Sedangkan saham dengan penguatan tertinggi pekan ini dicatatkan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) dengan penguatan 60,26% dari Rp 780 menjadi Rp 1.250. Penguatan juga melanda PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) naik 46,02% dari Rp 1.945 menjadi Rp 2.840.
Saham lain dengan penguatan kuat juga dicatatkan PT Akbar Indo Makmur Stimec Tbk (AIMS) mencapai 42,68% dari Rp 314 menjadi Rp 448. Saham PT Estee Gold Fleet Tbk (EURO) menguat 38,89% dari Rp 72 menjadi Rp 100.
Baca Juga
Pyridam Farma (PYFA) Rancang Rights Issue Jumbo, Dananya untuk Apa?
Penguatan pesat juga dicatatkan saham emiten Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), mencapai 37,93% dari Rp 6.525 menjadi Rp 9.000. Saham ini kembali mencatatkan penguatan, meskipun tengah dikenai notasi khusus dengan penguatan maksimal 10%.
Sedangkan emiten dengan penguatan lainnya dicatatkan PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP), PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY), PT Bukit Uluwati Villa Tbk (BUVA), dan PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP), an PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO). Kelima saham tersebut menguat dari rentang 26,98% hingga 32,93%.
Terkait lompatan harga saham PYFA mulai terjadi sejak perseroan mengumumkan rencana untuk menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue maksimal sebanyak 16 miliar saham.
Baca Juga
IHSG Menguat 0,72% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp 11,12 Triliun
Perseroan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/11/2023), menyebutkan Pyridam (PYFA) juga akan menerbitkan waran sebanyak-banyaknya setara degan 35% dari total saham.
Penerbitan saham baru tersebut akan dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 4 Januari 2024.
Manajemen menyebutkan bahwa rights issue bertujuan untuk memperkua struktur permodalan perseroan. Aksi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan perseroan dalam kegiatan operasional, investasi, dan pendanaan.
“Peningkatan modal juga diharapkan meningkatkan daya saing usaha dan hasil investasi bagi pemegang saham dalam jangka panjang,” tulis pengumuman tersebut.

