Daftar 10 Saham Tercuan Sepekan, Ada Saham FWCT hingga Emiten Milik Prajogo Pangestu
JAKARTA, investortrust.id – Meski indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan ini turun tipis dari 7.288 menjadi 7.286, sebanyak 10 saham berikut ini masih berhasil torehkan lompatan harga dalam kisaran 18,92-80,88%.
Berdasarkan data BEI, penguatan tertinggi dicatatkan saham PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) dengan lompatan harga 80,88% dari Rp 68 menjadi Rp 123 dalam sepekan. Lompatan selanjutnya dibukukan saham PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) sebanyak 62,66% dari Rp 106 menjadi Rp 172, bahkan saham ini berhasil cetak auto reject atas (ARA) dalam dua hari terakhir.
Baca Juga
Asing Net Sell Saham Sepekan Rp 11,41 triliun, Empat Saham Bank Ini Penyumbang Utama
Kenaikan selanjutnya dicatatkan saham PT Jawa Wattie Tbk (JAWA) dengan kenaikan harga mencapai 40% dari level Rp 75 menjadi Rp 105. Saham ini mulai mencatatkan penguatan setelah terlepas dari jeratan full call auction oleh bursa efek.
Selanjutnya penguatan pesat dicatatkan saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, yaitu saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan penguatan 28,84% dari Rp 5.375 menjadi Rp 6.925. Terakhir saham PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) melesat 26,83% dari Rp 820 menjadi Rp 1.040.
Sedangkan pada penutupan perdagangan hari terakhir sebelum libur panjang lebaran, tercatat penguatan enam saham hingga auto reject atas (ARA). Di antaranya, saham PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) kembali melesat Rp 27 (34,62%) menjadi Rp 105, PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) naik Rp 44 (34,38%) menjadi Rp 172, dan PT Grand House Mulia Tbk (HOMI) naik Rp 37 (34,26%) menjadi Rp 145.
Baca Juga
Kenaikan hingga ARA juga melanda saham PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) menguat Rp 29 (24,52%) menjadi Rp 113, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) naik Rp 205 (24,55%) menjadi Rp 1.040, dan PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) menguat Rp 255 (24,64%) menjadi Rp 1.290. Lonjakan harga juga melanda saham besutan taipan Prajogo Pangestu ini , PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), Rp 1.050 (17,87%) menjadi Rp 6.925.
Saham REN
Barito Renewables (BREN) merupakan emiten keempat milik Prajogo Pangestu yang listing saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham ini dicatatkan perdana pada 10 Oktober 2023. BREN melalui anak usahanya Star Energy Geothermal mengoperasikan pembangkit listrik tenaga panas bumi Salak, Darajat, dan Wayang Windu dengan kapasitas 886 MW.
Baca Juga
Tujuh Hari Listing, Barito Renewable (BREN) Sukses Salip Market Cap AMMN dan TLKM
Perseroan melepas sebanyak 4,01 miliar saham atau (3,35%) dari modal ditempakan dengan harga pelaksanaan Rp 780, sehingga total dana yang bakal diraup Rp 3,13 triliun. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah BNI Sekuritas.
Terkait pergerakan harga saham sejak listing, saham emiten pengembang panas bumi terbesar di Indonesia ini telah melesat 787,82℅ dari Rp 780 menjadi Rp 6.925 sepanjang listing di bursa Efek. Bahkan, saham ini pernah menembus rekor tertinggi Rp 8.200 pada 27 Desember 2023.

