Tak Hanya Saham Terbang 10 Kali, Laba Emiten Milik Prajogo Pangestu (CUAN) Ini Ikut Melesat
JAKARTA, Investortrust.id – Laba bersih periode berjalan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melesat 14,48% dari Rp 141,22 miliar pada semester I-2022 menjadi Rp 161,61 miliar pada semester I-2023.
Manajemen Petrindo dalam laporan keuangan yang dipublikasikan menyebutkan bahwa lompatan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan dari Rp 601,93 miliar menjadi Rp 1,04 triliun. Namun laba usaha emiten milik Prajogo Pangestu ini justru turun menjadi Rp 209,50 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 212,09 miliar.
Baca Juga
Sebagaimana diketahui, CUAN merupakan satu-satunya saham yang berhasil mencatatkan lonjakan harga lebih dari 10 kali lipat sejak listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini.
Berdasarkan data saham CUAN yang listing di BEI pada 8 Maret 2023 dengan harga perdana Rp 220 per saham telah melesat menjadi Rp 2.360 hingga penutupan perdagangan kemarin atau melesat nyaris 10 kali lipat. Bahkan, saham ini sempat menyentuh level Rp 2.570 atau menjadi level tertingginya.
Baca Juga
Saat Petrindo (CUAN) Terkoreksi, Saham Emiten Prajogo Pangestu (BRPT) Ini Justru Terbang
Perseroan sebelumnya telah menuntaskan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dengan perolehan dana senilai Rp 365 miliar. Dana tersebut rencananya digunakan untuk membangun ISP dan modal kerja untuk PT Tamtama Perkasa.
Sebagai informasi, CUAN berhasil mengumpulkan dana bersih dari hasil IPO sebesar Rp 363 miliar. Sesuai rencana, sebesar 40% atau setara Rp 145 miliar akan dipakai untuk membangun ISP. Sedangkan 60% atau Rp 218 miliar untuk setoran modal kepada anak usaha perseroan, PT Tamtama Perkasa.
Baca Juga
Direktur Petrindo Jaya Kreasi Daniel Jr Lopez Laurente sebelumnya menjelaskan, perseroan akan mulai mengeksekusi pembangunan ISP pada kuartal IV tahun ini. Perseroan melalui anak usaha yang lain, yakni PT Bara Internasional, juga tengah menjajaki pembangunan jalan logistik pengembangan tambang.
"Kami akan improve satu jalan sepanjang 165 km. Sedangkan sekarang pemetaan lanjutan di dalam Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) PT Bara Internasional," jelasnya.

