Tak Hanya BREN, BEI Ikut Suspen Saham Prajogo Pangestu Ini (CUAN)
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara perdagangan (suspensi) PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) pada perdagangan saham Jumat (10/11/2023). Suspensi ini merupakan yang ketiga bagi perseroan sejak listing perdana 8 Maret 2023.
Suspensi saham CUAN bersamaan dengan suspensi saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Sedangkan alasan suspensi kedua saham perusahaan milik Prajogo Pangestu ini dipicu lonjakan harga dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga
Melesat 569,87%, BEI Suspensi Saham Barito Renewables (BREN)
Berdasarkan data harga saham CUAN telah melesat sebanyak 172% dari harga terakhir saat suspensi kedua pada 23 Agustus 2023 level Rp 2.570 menjadi Rp 7.000 pada penutupan perdagangan saham kemarin.
“Sehubungan dengan kenaikan harga kumulatif yang signifikan pada saham CUAN dan sebagai bentuk perlindungan kepada investor, BEI memandang perlu menghentikan sementara perdagangan saham CUAN di mulai sesi I pada 10 November 2023,” tulis PH Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Donni Kusuma Permana dan PH Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Martin Satria D Bako di Jakarta, Jumat (10/11/2023).
Sedangkan terhitung sejak listing perdana 8 Maret hingga penutupan pasa 10 November, penguatan saham CUAN telah mencapai 3.081% atau lebih dari 30 kali. Harga saahm CUAN melesat dari harga IPO saham Rp 220 menjadi Rp 7.000.
Manajamen Petrindo dalam prospektus yang diterbitkan sebelum listing menyebutkan bahwa perseroan menjalangkan pertambangan batubara melalui dua anak usaha yang beroperasi di dua wilayah di Kalimantan Tengah dengan luas areal 24,530 hektare.
Baca Juga
Saham Petrindo (CUAN) Terbang 3.036%, Pantau Kembali Sumber Daya dan Aksi Korporasinya
Kedua perusahaan tersebut adalah PT Tamtama Perkasa seluas 9,540 ha dengan produk batubara termal. Perseroan juga mengendalikan PT Bara International yang memiliki konsesi seluas 14.990 ha dengan produk batubara termal.
Perseroan disebut telah memproduksi batu bara terma berkualitas tinggi dengan kapasitas produksi sebanyak 1 juta ton per tahun.
Terkait sumber daya, prospectus tersebut menyebutkan, perseroan melalui Tamtama memiliki sumber daya tereka, tertunjuk, dan terukur mencapai 67 juta ton. Sedangkan Bara International memiliki sumberda aya sebanyak 27,3 juta ton.

